- IIQ An Nur Yogyakarta menggelar doa bersama yang akan dilaksanakan rutin setiap 35 hari sekali atau setiap Rabu Pahing sebagai ikhtiar spiritual bagi masa depan kampus.
- Forum menyepakati kegiatan tersebut akan digilir di setiap fakultas, lembaga, dan unit, serta dilanjutkan dengan sarasehan untuk membahas berbagai persoalan pengembangan institusi.
BANTUL, NUR.ac.id—Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta menggelar doa bersama pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang digelar di Gedung Auditorium itu dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik).
Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., mengatakan bahwa doa bersama digelar sebagai bentuk permohonan kepada Allah Swt. agar IIQ An Nur Yogyakarta makin berkembang ke depannya, serta seluruh sivitas akademika diberi keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan amanah.
“Dalam istilah Jawanya, kita berkumpul di sini untuk me-nyuwuk IIQ An Nur beserta semua yang ada di dalamnya,” ujar Sihab.
Menurut Sihab, pengembangan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ikhtiar lahir berupa program dan kerja nyata. Upaya tersebut juga perlu diiringi ikhtiar batin melalui doa dan munajat kepada Allah Swt. agar setiap langkah yang ditempuh membawa keberkahan.
Sihab menjelaskan, pelaksanaan doa bersama pada Rabu Pahing bukan tanpa alasan. Hari tersebut dipilih karena bertepatan dengan terbitnya Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor Dj-II/356/2002 tentang pendirian IIQ An Nur Yogyakarta yang dikeluarkan Kementerian Agama Republik Indonesia saat dipimpin Prof. Dr. Said Agil Husin Al-Munawar.
“Pertemuan doa bersama ini belum memiliki nama. Mungkin bisa kita namai ‘Rutinan Rebo Pahing’. Kita berharap semoga dengan doa bersama ini, kita diberi keberkahan hidup, kesehatan, dan kesuksesan. Lebih dari itu, semoga IIQ An Nur semakin berkembang maju ke depannya,” kata Sihab.
Selain doa bersama, kegiatan juga diisi dengan sarasehan. Hal ini dimaksudkan sebagai forum musyawarah untuk membahas berbagai persoalan dan rencana pengembangan kampus.
“Setelah acara doa bersama, kita adakan acara sarasehan sebagai forum untuk rembuk bareng tentang berbagai hal mengenai pengelolaan kampus. Kita berharap dengan musyawarah, kita dapat mengatasi berbagai hambatan dalam berbagai sektor pengembangan IIQ An Nur,” tutur Sihab.
Doa bersama dipimpin Kepala Unit Tahfidz Al-Qur’an dan Kepesantrenan Dr. Khoirun Niat, Lc., M.A. Selanjutnya, sarasehan dipimpin Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Keuangan, Kerja Sama, dan Sumber Daya, Nindya Rachman Pranajati, M.Pd.
Dalam forum sarasehan tersebut, peserta menyepakati doa bersama akan dilaksanakan secara rutin setiap selapan (35 hari) sekali, tepatnya setiap Rabu Pahing. Penyelenggaraan kegiatan akan digilir di setiap fakultas, lembaga, maupun unit di lingkungan IIQ An Nur Yogyakarta. Forum juga sepakat bahwa bentuk kegiatan rutin, seperti pembacaan kalimah thayyibah, muqaddaman (khataman Al-Qur’an secara bersama-sama), maupun bentuk doa lainnya akan diputuskan pada pertemuan Rabu Pahing berikutnya. [MAF].