• Seorang wisudawan tercepat Ushuluddin IIQ An Nur Yogyakarta, Charisma Kusumawardani Al Awwaliyah, membagikan tiga kunci menyelesaikan kuliah secara cepat.
• Caca menyebut dukungan dan doa orang tua menjadi landasan penting pencapaiannya, sementara konsistensi membantunya melewati berbagai lika-liku selama menempuh pendidikan.
BANTUL, NUR.ac.id–Wisudawan tercepat Fakultas Ushuluddin IIQ An Nur Yogyakarta, Charisma Kusumawardani Al Awwaliyah, membagikan tiga kunci agar kuliah dapat diselesaikan tepat waktu. Ketiganya adalah berani memulai, menjalani proses, dan menyelesaikan apa yang telah dimulai.
Menurut Caca, sapaan akrab Charisma Kusumawardani Al Awwaliyah, tiga langkah tersebut harus disertai satu hal yang menjadi kunci utama, yakni konsistensi.
“Saya rasa, kuncinya tiga. Mulai, jalani, dan selesaikan. Jangan kabur. Jangan berhenti di tengah jalan. Dan satu lagi, konsisten!” ungkapnya dalam Wisuda Sarjana ke-18 dan Harlah ke-24 IIQ An Nur Yogyakarta, Sabtu (12/9), di halaman kampus IIQ An Nur.
Ia mengatakan dukungan dan doa orang tua juga menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya. Namun, dukungan tersebut perlu diiringi dengan kesungguhan dari diri sendiri.
“Setiap orang tua, khususnya orang tua saya, terima kasih Bapak dan Ibu, pasti ingin anaknya mendapatkan pendidikan yang baik. Dukungan orang tua seperti ini tentu adalah landasan di balik pencapaian saya hari ini. Dari dulu, Bapak dan Ibu saya selalu mengutamakan dan memprioritaskan pendidikan untuk anak,” tuturnya.
Caca mengakui perjalanan studinya tidak selalu mudah. Berbagai lika-liku harus dilewati, tetapi konsistensi membuatnya mampu bertahan hingga menyelesaikan pendidikan.
“Perasaan saya sangat senang dan bersyukur bisa sampai di titik ini, walaupun banyak lika-liku yang harus dilewati. Namun, saya percaya bahwa semua yang telah saya lalui pasti membawa kebaikan untuk saya,” ujarnya.
Wisuda Sarjana ke-18 IIQ An Nur Yogyakarta tersebut turut mencatat capaian para penghafal Al-Qur’an, termasuk 25 wisudawan dan wisudawati yang hafal 30 juz serta 11 orang yang menguasai qiraah sab’ah. []