Bantul, 19 Mei 2021—Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta menjalin kerja sama di bidang kesehatan dengan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) An Nur pada Rabu (19/05/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Poskestren An Nur.
Acara ini dihadiri oleh Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. A. Sihabul Millah, M.A., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. H. Khoirun Niat, M.A., serta Ketua Biro Humas dan Kerja Sama, Braham Maya Baratullah, M.S.I. Dari pihak Poskestren An Nur, hadir dr. Suprabandari, dr. Sofia, dan dr. Palupi Fatma Ningtyas.
Rektor IIQ An Nur Yogyakarta menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi mahasiswa, khususnya dalam menangani berbagai permasalahan kesehatan, serta bagi civitas akademika IIQ An Nur Yogyakarta secara umum.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk membuka akses layanan kesehatan bagi mahasiswa. Jika ada civitas akademika dalam kondisi darurat, mereka dapat segera memperoleh penanganan dari tenaga kesehatan Poskestren,” jelasnya.
Sihab menambahkan bahwa kerja sama ini bersifat simbiosis mutualisme. Dalam nota kesepahaman (MoU), disebutkan bahwa pihak pertama, yaitu IIQ An Nur Yogyakarta, akan mendelegasikan mahasiswa untuk terlibat sebagai pengurus di Poskestren An Nur.
“Alhamdulillah, melalui kesepakatan ini, salah satu mahasiswa kami, Muhammad Wahdan dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), akan didelegasikan untuk membantu di Poskestren An Nur,” ungkapnya.

Poskestren An Nur didirikan pada 15 Juni 2014 dan berada di bawah naungan Yayasan Al Ma’had An Nur Ngrukem bersama IIQ An Nur Yogyakarta. Lembaga ini bertujuan mewujudkan masyarakat pesantren yang sehat, cerdas, serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar.
Mewakili pihak Poskestren An Nur, dr. Suprabandari menyambut baik kerja sama tersebut.
“Kami sangat senang dengan adanya kerja sama ini. Di satu sisi, terjalin sinergi antara kampus dan Poskestren, dan di sisi lain, kami dapat membuka akses layanan kesehatan yang lebih luas,” ujarnya. []