Penarikan Field Study Magister PAI, Mahasiswa Peroleh Pengalaman Mengajar di Perguruan Tinggi

WhatsApp Image 2026 06 05 at 15.16.15 - Penarikan Field Study Magister PAI, Mahasiswa Peroleh Pengalaman Mengajar di Perguruan Tinggi

Bantul, 05 Juni 2026Zaka Azizi, S.Ag., mahasiswa aktif Magister Pendidikan Agama Islam (M-PAI) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti program field study. Program ini merupakan kegiatan akademik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik pendidikan di lapangan guna menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata.

Menurut Zaka, mengajar mahasiswa merupakan pengalaman baru yang sangat berkesan. Sebelumnya, ia pernah mengajar di tingkat MI, MTs, dan MA. Ia menilai bahwa mengajar mahasiswa lebih dari sekadar menyampaikan materi agar dapat dipahami. Lebih jauh, dosen juga perlu juga mendorong mereka untuk berpikir kritis dan mengkaji materi yang disampaikan.

Hal ini berbeda dengan mengajar di tingkat sekolah dasar yang lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, adab, dan metode pendampingan dibandingkan materi pelajaran. Adapun di tingkat SMP, porsi antara penyampaian materi dan pembentukan karakter relatif seimbang. Sementara itu, di tingkat SMA, materi pelajaran lebih dominan meskipun aspek pembinaan karakter tetap menjadi perhatian.

BACA JUGA:

Perdana, Magister PAI IIQ An Nur Yogyakarta Terjunkan Mahasiswa dalam Kegiatan Field Study
Pascasarjana IIQ An Nur Yogyakarta Bekali Mahasiswa Magister PAI Jelang Pelaksanaan Field Study
Prodi PGMI IIQ An Nur Yogyakarta Menerima Program Field Study S-2 FITK UIN Sunan Kalijaga

“Pada siswa SD, SMP, dan SMA, apa yang disampaikan guru umumnya diterima sebagaimana adanya. Sementara itu, mahasiswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menganalisis, mempertanyakan, dan mengembangkannya secara kritis,” tutur Zaka.

Penuturan tersebut disampaikan dalam acara Penarikan Field Study Magister PAI yang berlangsung di Auditorium Kampus IIQ An Nur Yogyakarta pada Jumat (05/06/2026). Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa M-PAI peserta program field study, dosen pamong, jajaran dekanat dari fakultas-fakultas yang menjadi lokasi field study, serta pengelola M-PAI, termasuk Direktur M-PAI, Dr. Moch. Taufiq Ridho, M.Pd., dan Sekretaris M-PAI, Muchamad Mufid, M.Pd.

Salah seorang dosen pamong, Dr. Abdul Japbar, M.Phil., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa program field study memberikan banyak manfaat, termasuk bagi dosen pamong yang merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa peserta field study. Namun demikian, menurutnya, masa pelaksanaan program yang berlangsung dari 4 April hingga 5 Juni 2026 relatif singkat.

Akibat keterbatasan waktu tersebut, para peserta lebih banyak berfokus pada kegiatan mengajar sehingga belum memiliki kesempatan yang cukup untuk berlatih menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Padahal, kemampuan menyusun RPS merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki seorang dosen.

“Mahasiswa field study, kalau tidak salah, diterjunkan pada pertemuan ketiga semester ini. Seharusnya mereka diterjunkan sebelum pertemuan pertama karena pada pertemuan ketiga RPS biasanya sudah selesai disusun,” ujar Japbar.

Penyerahan kembali mahasiswa field study kepada M-PAI secara simbolis dilakukan oleh Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada tiga fakultas di lingkungan IIQ An Nur Yogyakarta sebagai lokasi pelaksanaan field study. Menurutnya, keberadaan mahasiswa peserta program tersebut memberikan kontribusi yang nyata dalam berbagai kegiatan akademik.

“Kami mewakili tiga fakultas menyampaikan terima kasih atas kehadiran mahasiswa field study. Meskipun masih terdapat kekurangan dalam proses pendampingan, kami berharap pengalaman yang diperoleh selama program ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan field study di masa mendatang,” ungkap Arif.

Selanjutnya, mahasiswa field study diterima kembali secara simbolis oleh Direktur M-PAI, Dr. Moch. Taufiq Ridho, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada tiga fakultas di lingkungan IIQ An Nur Yogyakarta yang telah menerima mahasiswa M-PAI untuk belajar langsung di lapangan.

Menurutnya, program field study dirancang untuk memberikan pengalaman yang komprehensif kepada mahasiswa, bak mengajar maupun mempelajari aspek tata kelola dan administrasi program studi maupun fakultas. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih beragam sebagai bekal menjadi dosen profesional di masa depan. Selain itu, mahasiswa juga diarahkan untuk menyusun artikel pengabdian berdasarkan pengalaman mereka selama mengikuti field study di ketiga fakultas tersebut.

“Harapan kami, program ini dapat memberikan pengalaman yang berharga karena kalian adalah calon dosen yang kelak akan mengabdi di IIQ An Nur maupun perguruan tinggi lainnya. Waktunya memang sangat singkat. Untuk program field study tahun depan, kami akan mengevaluasi durasi pelaksanaannya agar mahasiswa tidak hanya fokus mengajar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyusun RPS dan mempelajari pengelolaan program studi,” tutur Taufiq. [MAF].