• FEBI IIQ An Nur Yogyakarta melepas 30 calon wisudawan sekaligus memberikan penghargaan kepada Novalia Zalianty sebagai wisudawan tercepat, Fini Suci Amalia sebagai peraih IPK tertinggi, dan Ahmad Syaifunida sebagai wisudawan terbaik.
• Ketiganya mencatat capaian akademik menonjol, yakni masa studi 3 tahun 7 bulan dengan IPK 3,89, IPK tertinggi 3,94, serta predikat terbaik dengan IPK 3,92, hafal 18 juz Al-Qur’an, dan nilai tugas akhir 94.
BANTUL, NUR.ac.id–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta melepas 30 calon wisudawan dalam kegiatan pelepasan wisudawan, Kamis (10/9/2026). Dari jumlah tersebut, 10 berasal dari Program Studi Perbankan Syariah dan 20 dari Program Studi Ekonomi Syariah.
Dalam kegiatan tersebut, FEBI IIQ An Nur Yogyakarta memberikan penghargaan kepada tiga mahasiswa dengan capaian akademik terbaik, yakni wisudawan tercepat, peraih IPK tertinggi, dan wisudawan terbaik.
Novalia Zalianty menjadi wisudawan tercepat FEBI. Putri pasangan Soleh dan Setiawati asal Tulang Bawang Barat, Lampung, itu menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 7 bulan dengan predikat cumlaude dan IPK 3,89.
Sementara itu, Fini Suci Amalia tercatat sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi. Putri Ahmad Bahroji dan Siti Bariyah asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tersebut meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,94.
Adapun penghargaan wisudawan terbaik FEBI diraih Ahmad Syaifunida. Putra Miftachus Salam dan Aminatuz Zuhriyah asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, itu meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,92, hafal 18 juz Al-Qur’an, serta memperoleh nilai tugas akhir 94.
Dekan FEBI IIQ An Nur Yogyakarta, Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas capaian para mahasiswa.
“Semoga ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberikan keberkahan sekaligus menjadi bekal untuk meraih cita-cita dan berkontribusi di masyarakat,” ucap Arif.
Selain pemberian penghargaan, kegiatan pelepasan menjadi ruang silaturahmi antara calon wisudawan, dosen, dan pengelola FEBI. Acara juga diisi sesi berbagi pengalaman dari perwakilan wisudawan, penyampaian pesan dan nasihat dosen, serta foto bersama.
Mewakili calon wisudawan, Ahmad Syaifunida menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen yang telah mendampingi proses perkuliahan.
“Saya mewakili teman-teman wisudawan juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjadi mahasiswa terdapat perkataan maupun perilaku yang kurang berkenan,” ucapnya.
Sementara itu, TB Ismi Mubaroch menilai proses selama menjalani pendidikan merupakan bagian penting dari perjalanan mahasiswa.
“Mahasiswa yang mampu fokus menjalani perkuliahan memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan studi tepat waktu,” tukas Mubaroch. [MAF].