- PBAK IIQ An Nur Yogyakarta 2026 diikuti 146 peserta, terdiri atas 142 mahasiswa baru dan empat mahasiswa lama.
- Mengusung tajuk “PBAK Nusantara” dan tema “Berakar pada Budaya, Bertumbuh dalam Peradaban”, peserta PBAK diajak mengenal budaya akademik serta membangun sikap aktif, mandiri, dan kritis sebagai mahasiswa.
BANTUL, NUR.ac.id—Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di halaman utama kampus, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 146 peserta dan dihadiri pimpinan rektorat serta dekanat.
PBAK tahun ini mengusung tajuk “PBAK Nusantara” dengan tema “Berakar pada Budaya, Bertumbuh dalam Peradaban”. Tema tersebut dipilih untuk merefleksikan keberagaman asal mahasiswa baru IIQ An Nur Yogyakarta yang datang dari berbagai daerah, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Ketua Panitia PBAK IIQ An Nur Yogyakarta 2026, M. Abidu Ash Sholah, mengatakan keberagaman tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan kampus yang tetap menghargai identitas budaya.
“Dari keberagaman tersebut, kami berharap para MABA tetap berakar pada budaya lokal masing-masing, tidak melupakan identitas dan nilai luhur budaya, namun bertumbuh dan bersatu menuju peradaban ilmu, akhlak, dan kontribusi nyata,” ucap Abidu dalam sambutannya.
Pembukaan PBAK dipandu oleh Ardhi dan Khilma. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Syahrul Farizi, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan “Indonesia Raya”, “Mars IIQ An Nur Yogyakarta”, dan “Mars PBAK Nusantara” yang didirigeni Faraguesta dan Khilma.
Rangkaian pembukaan kemudian ditandai Grand Opening Ceremony oleh Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A. Sebelum menabuh gong sebagai simbol pembukaan, Sihab menyampaikan bahwa kehidupan di perguruan tinggi berbeda dengan jenjang sekolah. Mahasiswa dituntut lebih aktif dan mandiri dalam menjalani proses pendidikan. Menurutnya, mahasiswa perlu mampu mengatur waktu, bertanggung jawab, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta berani mengembangkan diri.
“Sekarang, kalian telah resmi menjadi mahasiswa. Mahasiswa itu dituntut lebih mandiri, lebih bertanggung jawab, dan lebih dituntut berpikir kritis. Sebagai mahasiswa, kalian dituntut untuk bisa mengatur waktu, bertanggung jawab, beradaptasi, dan berani berkembang,” ucap Sihab.
Sihab kemudian secara resmi membuka PBAK IIQ An Nur Yogyakarta Tahun Akademik 2026/2027 dengan pemukulan gong.
“Dengan pembacaan bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan PBAK IIQ An Nur Yogyakarta Tahun Akademik 2026/2027 resmi dibuka,” ucapnya.
PBAK Jadi Ruang Mengenal Budaya Akademik
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kelembagaan, Riset, dan Kemahasiswaan IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Lina, M.Pd., menyampaikan dalam sambutannya bahwa PBAK tahun ini diikuti 146 peserta. Mereka terdiri atas 142 mahasiswa baru dan empat mahasiswa lama yang belum sempat mengikuti PBAK pada tahun sebelumnya. Menurut Lina, PBAK merupakan momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik yang berlaku di lingkungan IIQ An Nur Yogyakarta.
“Kita berharap peserta PBAK mengikuti dengan sungguh-sungguh kegiatan ini agar mengetahui secara detail budaya akademik yang berlangsung di IIQ An Nur,” tegas Lina.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta masa bakti 2026–2027, Labib Inngamul Aofa, memperkenalkan kehidupan kampus dari sisi organisasi kemahasiswaan. Ia mengajak mahasiswa baru untuk lebih aktif, mandiri, dan kritis selama menjalani perkuliahan. Labib juga menekankan pentingnya kemampuan menentukan prioritas dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
“Dalam menjalani kuliah, kalian harus punya prioritas, dan jangan menunggu motivasi untuk menuntaskan prioritas itu. Jadikan ruang kuliah sebagai ruang eksperimen, trial and error, bukan coping mechanism, mekanisme penanggulangan, solusi dalam wujud karya, bukan pelarian. Maka, selamat untuk bersahabat dengan ketidaknyamanan karena tidak ada kenyamanan dalam proses,” ucap Labib.
Berlangsung Tiga Hari
PBAK IIQ An Nur Yogyakarta 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (22/9/2026) hingga Kamis (24/9/2026). Pada hari pertama, peserta mendapatkan sejumlah materi, mulai dari pengenalan profil kampus oleh Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan oleh Dr. Lina, M.Pd., hingga pengenalan sistem administrasi kampus oleh Nindya Rachman Pranajati, M.Pd.
Materi lainnya meliputi pengenalan SIAKAD (Sistem Informasi Akademik) dan perpustakaan oleh Arif Setyawan, S.I.P., LPM (Lembaga Penjaminan Mutu) oleh Rarasati Mawftiq, M.Si., Lembaga Bahasa oleh Arif Nuh Safri, M.Hum., serta Lembaga Tahfidz Al-Qur’an dan Kepesantrenan oleh Dr. Khoirun Niat, Lc., M.A.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ushuluddin, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Mahasiswa baru juga akan mendapatkan sosialisasi berbagai organisasi kemahasiswaan, di antaranya Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), KORDA (Korps Dakwah Mahasiswa), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), dan GAMARA (Gerakan Mahasiswa Baru).
Sementara itu, hari ketiga akan diisi dengan pentas seni oleh kelompok mahasiswa baru, orasi, dan penutupan. [MAF].