Outing Class Filsafat Ilmu PAI IIQ An Nur Yogyakarta Tumbuhkan Semangat Belajar dan Imajinasi Pendidikan

WhatsApp Image 2026 07 13 at 16.46.56 - Outing Class Filsafat Ilmu PAI IIQ An Nur Yogyakarta Tumbuhkan Semangat Belajar dan Imajinasi Pendidikan

  • IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Outing Class Filsafat Ilmu di Perpustakaan ISI Yogyakarta.
  • Kegiatan pembelajaran di luar kelas memperkuat budaya literasi sekaligus membantu mahasiswa memahami konsep Filsafat Ilmu secara lebih kontekstual melalui eksplorasi berbagai sumber referensi akademik.

Bantul, NUR.ac.id—Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta menggelar kegiatan outing class mata kuliah Filsafat Ilmu di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang menghadirkan suasana akademik berbeda sekaligus memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas.

Rombongan mahasiswa bersama dosen pendamping disambut hangat oleh pihak UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. Sambutan tersebut memberikan kesan positif sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat salah satu pusat literasi dan referensi akademik yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di Yogyakarta.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tampak antusias menjelajahi berbagai koleksi perpustakaan. Mereka membaca buku-buku yang berkaitan dengan filsafat, pendidikan, ilmu sosial, seni, hingga pengembangan diri. Aktivitas tersebut tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan, tetapi juga menumbuhkan budaya literasi serta kebiasaan memanfaatkan sumber-sumber ilmiah yang kredibel sebagai rujukan akademik.

BACA JUGA:

Mahasiswa Ekonomi Syariah IIQ An Nur Yogyakarta Laksanakan Outing Class ke Kantor IDX Yogyakarta
Mahasiswa PAI IIQ An Nur Yogyakarta Lakukan Ziarah Edukatif, Maghfur: Agar Tumbuh Kesadaran Historis
Rumus Hidup Bahagia ala Stoa, Maghfur: Jangan Khawatir Berlebihan

Pengampu mata kuliah filsafat ilmu, Maghfur MR, M.Ag., menjelaskan bahwa outing class merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Menurutnya, proses belajar tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan di berbagai ruang akademik yang mampu menginspirasi lahirnya cara berpikir yang lebih luas.

“Selain menghadirkan suasana belajar yang baru, pembelajaran di luar kelas dapat menumbuhkan daya imajinasi dalam memahami ilmu pendidikan. Pengalaman seperti ini diharapkan mampu membentuk calon pendidik yang memiliki cara pandang holistik, kreatif, dan terbuka terhadap berbagai sumber pengetahuan,” ujarnya.

Salah seorang mahasiswa PAI, Cindy Ayu Atika, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berkesan. Sebagai mahasantri yang jarang memiliki kesempatan belajar di luar kampus dan pesantren, ia merasa suasana tenang di Perpustakaan ISI Yogyakarta membuatnya lebih nyaman untuk membaca dan mengeksplorasi berbagai koleksi buku.

“Saya baru menyadari bahwa koleksi bukunya sangat beragam, mulai dari buku-buku ilmu pengetahuan, self-improvement, seni, hingga karya tulis mahasiswa. Suasana perpustakaannya juga sangat tenang sehingga membuat saya semakin semangat untuk membaca,” tuturnya.

Lebih jauh, Cindy menilai pengalaman tersebut membantunya memahami materi Filsafat Ilmu secara lebih nyata. Menurutnya, perpustakaan menjadi ruang yang memperlihatkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan hasil pencarian kebenaran yang terus berkembang, bukan sekadar kumpulan teori.

“Saya jadi lebih memahami konsep epistemologi yang pernah dipelajari di kelas. Dari berbagai buku yang saya baca, saya semakin yakin bahwa setiap ilmu memiliki dasar, metode, dan tujuan. Pengalaman ini juga membuat saya terdorong untuk terus memiliki rasa ingin tahu dan berpikir kritis,” ungkapnya. [MAF].