LPM IIQ An Nur Yogyakarta Gelar RTM 2025/2026, Rektor Singgung Mekanisme Kontrol AMI

WhatsApp Image 2026 08 20 at 15.29.23 - LPM IIQ An Nur Yogyakarta Gelar RTM 2025/2026, Rektor Singgung Mekanisme Kontrol AMI
  • Rektor IIQ An Nur Yogyakarta menyampaikan pentingnya mekanisme kontrol untuk memastikan rekomendasi hasil AMI ditindaklanjuti dan berdampak pada peningkatan mutu.
  • RTM membahas hasil AMI tingkat institut dan program studi, termasuk temuan mayor, minor, serta observasi sebagai dasar perbaikan mutu pada tahun berikutnya.

BANTUL, NUR.ac.id—Rektor Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., menyampaikan tentang pentingnya mekanisme kontrol terhadap tindak lanjut hasil Audit Mutu Internal (AMI). Mekanisme semacam ini diperlukan untuk memastikan rekomendasi hasil audit benar-benar ditindaklanjuti dan menghasilkan peningkatan mutu.

Hal tersebut disampaikan Sihab dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang digelar oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IIQ An Nur Yogyakarta pada Kamis (20/08/2026). Bertempat di Gedung Auditorium, rapat dihadiri jajaran pimpinan rektorat dan dekanat, serta sejumlah pemangku kepentingan di lingkungan IIQ An Nur Yogyakarta.

“Mekanisme ini sangat penting agar rekomendasi dari hasil AMI tidak hanya menjadi catatan di atas kertas. Mekanisme ini sekiranya dapat mengontrol apakah sudah ada perbaikan mutu dari tahun sebelumnya, dan kalau ada, berapa persen perbaikan itu dijalankan,” ujar Sihab.

BACA JUGA:

LPM IIQ An Nur Yogyakarta Resmi Buka Audit Mutu Internal Tahun Akademik 2025/2026
LPM IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Rapat Tinjauan Manajemen, Bahas Hasil Audit Mutu Internal 2025
Rapat Tinjauan Manajemen Audit Mutu Internal IIQ An Nur Yogyakarta, Rektor: AMI Harus Jadi Budaya di Kampus Kita
Fakultas Ushuluddin IIQ An Nur Yogyakarta Diaudit LPM, Dekan: ILHA Menuju “Baik Sekali”, IAT Menuju “Unggul”
LPM IIQ An Nur Yogyakarta Awasi Mutu FEBI, Siapkan Satu Dekade “Unggul”
LPM IIQ An Nur Yogyakarta Gelar AMI Perdana, Siapkan Prodi-prodi Fakultas Tarbiyah Hadapi Akreditasi “Unggul”

RTM dipandu oleh Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IIQ An Nur Yogyakarta, Rarasati Mawftiq, S.Pd., M.Si. Rapat ini menghadirkan auditor institut dan auditor fakultas. Tim auditor institut dipimpin langsung oleh Ketua LPM IIQ An Nur Yogyakarta, Muchamad Mufid, M.Pd.

Mufid mengatakan, pelaksanaan AMI 2026 menemukan sejumlah hal krusial yang perlu segera dibenahi. Menurutnya, sejumlah temuan tersebut berkaitan dengan adanya perubahan dan ketentuan baru dalam sistem akreditasi tahun 2026. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain perombakan dokumen lama, pembuatan dan penyesuaian dokumen baru, serta diferensiasi misi.

“Setelah melakukan AMI bersama dengan para auditor internal, kami menemukan sejumlah hal krusial yang perlu dibenahi. Hal ini tentu berkaitan dengan adanya beberapa aturan baru dalam akreditasi tahun 2026,” kata Mufid.

Setelah pemaparan hasil AMI tingkat institut, RTM dilanjutkan dengan penyampaian hasil audit pada tingkat program studi (prodi). Muhammad Saifullah, M.A., menyampaikan hasil AMI prodi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Sementara, Hendra Listya Kurniawan, S.Si., S.Pd., M.Pd., menyampaikan hasil AMI prodi di lingkungan Fakultas Ushuluddin. Adapun hasil AMI prodi di lingkungan Fakultas Tarbiyah disampaikan oleh Listiyowati, S.E., M.Pd., Ak., C.A.

Dalam pemaparannya, para auditor menyampaikan berbagai temuan berdasarkan tingkat permasalahannya. Temuan mayor merupakan ketidaksesuaian sistemik yang berpotensi menghambat pencapaian standar mutu. Sementara itu, temuan minor merupakan ketidaksesuaian yang sifatnya lebih terbatas dan tidak mengganggu keseluruhan sistem. Adapun observasi merupakan catatan atau peluang perbaikan yang perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi ketidaksesuaian.

Selain menyampaikan temuan tersebut, para auditor juga memberikan sejumlah rekomendasi sebagai dasar perbaikan mutu IIQ An Nur Yogyakarta selama satu tahun ke depan.

“Kami harap kerja sama yang kuat antara kami di LPM dengan para pemangku kepentingan untuk bahu-membahu melaksanakan sejumlah rekomendasi yang menjadi catatan kami. Semoga dari apa yang kami rekomendasikan tidak lagi terlihat dalam temuan AMI tahun depan,” ujar Mufid mewakili tim auditor. [MAF]