Bantul, 1 September 2025—Program Audit Mutu Internal (AMI) yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta hari ini, Senin (1/9/2025), memasuki gelombang kedua. Gelombang pertama pada Jum’at (29/8/2025) menyasar Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah. Pada gelombang kedua, AMI ditujukan kepada Prodi Ekonomi Syariah (ES) dan Perbankan Syariah (PS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Dekan FEBI, Muhammad Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan AMI berjalan lancar, tanpa kendala berarti. Ia optimis hasil AMI akan memperkuat persiapan Prodi ES dan PS menuju akreditasi “Unggul” dalam rangka menyongsong satu dekade FEBI.
“Alhamdulillah, berjalan lancar. Kami optimis hasil AMI ini akan memperkuat persiapan Prodi ES dan PS menuju satu abad FEBI terakreditasi ‘Unggul’,” ucap Dekan FEBI, Muhammad Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I.
Sekretaris FEBI, Listiyowati, S.E., M.Pd., Akt. C.A., menuturkan bahwa akreditasi Prodi ES akan berakhir pada 15 Desember 2025, sementara Prodi PS pada 2 Februari 2026. Keduanya saat ini masih berstatus “Akreditasi B” dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Menurutnya, AMI kali ini menjadi titik awal penting agar kedua prodi bisa naik peringkat.
FEBI IIQ An Nur sendiri berdiri pada tahun 2017. Dengan demikian, pada tahun 2027 mendatang, FEBI akan memasuki usia satu dekade. Menyongsong momentum tersebut, manajemen fakultas berkomitmen untuk berbenah dan menargetkan akreditasi “Unggul”.
AMI untuk Prodi ES dan PS dilaksanakan di Ruang Rapat Institut. Ketua LPM, Nindya Rachman Pranajati, M.Pd., dan Sekretaris LPM, Muchamad Mufid, M.Pd., bertindak langsung sebagai auditor. Selain dekan dan sekretaris, hadir pula Ketua Prodi ES, Puji Solikhah, S.E., M.M., bersama jajaran dosen FEBI: Braham Maya Baratullah, M.S.I., Rarasati Mawftiq, S.Pd., M.Si., dan Dwi Harmoyo, S.Pd., M.E.Sy. Sementara itu, Ketua Prodi PS, Edo Segara Gustanto, S.E., M.E., berhalangan hadir.
Ketua LPM, Nindi, menegaskan bahwa tujuan utama AMI adalah memastikan mutu program studi tetap terjaga sekaligus memperkuat tata kelola internal. Ia juga menjelaskan bahwa FEBI sedang mengkaji kemungkinan akreditasi Prodi ES dan PS melalui mekanisme otomasi berbasis data PDDikti. Namun, jika tidak memenuhi syarat, maka prodi akan menempuh mekanisme PEPA (Penilaian Evaluasi Peringkat Akreditasi) dengan asesmen lapangan.
Arif menambahkan, FEBI perlu mempersiapkan diri menghadapi kedua skenario tersebut. Ia menegaskan, mutu yang ingin dicapai bukan hanya dari sisi kuantitatif, tetapi juga kualitatif.
“Dengan menyiapkan diri untuk otomasi maupun PEPA, kami berharap FEBI dapat terakreditasi secara komprehensif,” pungkasnya. [MAF].