• FEBI IIQ An Nur Yogyakarta dan CV Assakindo menandatangani MoA sebagai upaya memperkuat kerja sama dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penguatan dosen praktisi.
• Kerja sama tersebut diharapkan mendorong terlaksananya berbagai program kolaboratif yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman dan kebutuhan dunia profesional.
BANTUL, NUR.ac.id—Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta memperkuat sinergi dengan dunia usaha melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama CV Assakindo pada Kamis (03/09/2026) di kantor CV Assakindo Krapyak Kulon, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus menghadirkan pengalaman praktis ke dalam proses pembelajaran di kampus.
Penandatanganan MoA dilakukan oleh Dekan FEBI IIQ An Nur Yogyakarta, M. Arif Kurniawan, S.E., M.E.I., dan Direktur CV Assakindo, Dr. Akhmad Syari’udin, S.E., M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengelola FEBI IIQ An Nur Yogyakarta, di antaranya Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Puji Solikhah, M.M., Ketua Program Studi Perbankan Syariah Edo Segara Gustanto, S.E., M.E., serta Sekretaris FEBI IIQ An Nur Yogyakarta, Listyowati, S.E., M.Pd., Akt., C.A.
Kerja sama antara FEBI IIQ An Nur Yogyakarta dan CV Assakindo mencakup bidang Tridharma Perguruan Tinggi. Salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah penguatan dosen praktisi, yakni membuka ruang yang lebih luas bagi keterlibatan praktisi di lingkungan akademik.
Kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri dinilai penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis di lapangan. Dekan FEBI IIQ An Nur Yogyakarta mengatakan bahwa kerja sama dengan mitra eksternal merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
“Menurutnya, penandatanganan MoA tersebut secara khusus mendukung pencapaian IKU 4 tentang praktisi mengajar di kampus dan IKU 7 tentang kelas yang kolaboratif dan partisipatif,” ucap Arif.
“Kehadiran praktisi di lingkungan kampus diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam proses pembelajaran. Pengalaman yang diperoleh dari dunia profesional dapat menjadi pelengkap materi akademik sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” tambahnya.
Arif menambahkan, dalam konteks peningkatan mutu perguruan tinggi, dokumen kerja sama yang disertai bukti pelaksanaan atau Implementation Arrangement (IA) juga memiliki nilai strategis. Implementasi kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari dokumen pendukung dalam proses akreditasi, baik pada tingkat institusi maupun program studi.
Selain mendukung pencapaian IKU dan akreditasi, kemitraan dengan dunia usaha juga diharapkan dapat memperkuat reputasi FEBI IIQ An Nur Yogyakarta. Jaringan kerja sama yang semakin luas menjadi bagian dari upaya kampus membangun hubungan yang lebih erat dengan dunia profesional sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi dosen dan mahasiswa.
Bagi mahasiswa, keterlibatan praktisi dalam kegiatan akademik dapat menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di ruang kelas dan realitas dunia kerja. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu yang mereka pelajari sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia profesional.
Direktur CV Assakindo, Dr. Akhmad Syari’udin, S.E., M.Si., menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia usaha perlu terus dikembangkan melalui kegiatan yang bersifat produktif dan saling memberikan manfaat.
“Semoga dengan adanya MoA ini menjadi wujud nyata kerja sama antara kedua belah pihak untuk dapat terus bersinergi secara positif,” kata Syari’udin. [MAF].