Bantul, 30 Maret 2026—Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, M. Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I., mempresentasikan makalah dalam forum akademik yang diselenggarakan oleh Yayasan Griya Jati Rasa di Ruang Rapat Radya Suyono, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BAPPERINDA DIY), Senin (30/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-11 Yayasan Griya Jati Rasa. Forum tersebut mengangkat tema “Model Ekonomi Sirkular Berbasis Pariwisata Karbon Terpadu, Energi Terbarukan Nyamplung, Digitalisasi Koperasi, dan Edu-Tourism International DI Yogyakarta.”
Arif mempresentasikan makalah berjudul “Pengembangan Kelompok Usaha Eco-Enzyme Nusantara Bantul Menurut Prinsip Ekonomi Syariah Transformatif.” Makalah ini membahas model pengembangan ekonomi sirkular berbasis pariwisata karbon melalui pendekatan ekonomi Islam transformatif yang inklusif. Dengan mengambil studi kasus Kelompok Usaha Eco-Enzyme Nusantara Bantul, Arif menyoroti potensi transformasi ekonomi hijau berbasis prinsip syariah di DIY.
“Saya menganalisis potensi ekonomi, berbagai kendala yang dihadapi, serta model pengembangan usaha berbasis pengolahan limbah organik oleh Eco-Enzyme Nusantara. Selain itu, juga disusun strategi transformatif menuju entitas ekonomi sirkular yang berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi syariah,” ujar Arif.
Selain dari IIQ An Nur Yogyakarta, forum ini juga menghadirkan sejumlah mitra Yayasan Griya Jati Rasa lainnya untuk mempresentasikan gagasan dan hasil riset mereka, di antaranya dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Edge Resort Yogyakarta, Kelompok Tani Hutan Giriwana, serta Pemerintah Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Yayasan Griya Jati Rasa dan para mitra, termasuk IIQ An Nur Yogyakarta. Selain itu, dilakukan pula penyerahan paket dana mandiri untuk program riset dan pemberdayaan masyarakat, serta bantuan benih pohon nyamplung.
Kemudian, seluruh peserta membacakan Komitmen Bersama Penerusan Pergerakan Mitigasi Perubahan Iklim dan Transformasi Ekonomi Hijau Berbasis Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah. [MAF].