GUNUNGKIDUL, NUR.ac.id—Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menyalurkan 75.000 liter air bersih kepada warga di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 ini menyasar warga Desa Giricahyo, Kapanewon Purwosari, dan Desa Krambilsawit, Kapanewon Saptosari.
Aksi bertajuk ACT FOR HUMANITY: Aksi Penyaluran Air Bersih tersebut disponsori oleh NU Care-LAZISNU DIY dan Jaringan Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (JPZIS) IIQ An Nur Yogyakarta. Penyaluran dilakukan oleh dua kelompok yang bergerak ke masing-masing desa.
Kelompok yang bertugas di Giricahyo didampingi Kepala JPZIS IIQ An Nur Yogyakarta, Eko Priyojadmiko, S.EI., M.E. Setelah bersilaturahmi dengan lurah dan perangkat desa, rombongan menyalurkan air di kantor kelurahan. Sementara itu, kelompok yang menuju Krambilsawit didampingi Direktur NU Care-LAZISNU DIY, Edo Segara Gustanto, S.E., M.E. Warga di kedua desa mendatangi lokasi penyaluran dengan membawa galon untuk mengambil air bersih.
Ketua panitia kegiatan, Muhammad Ilham, mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap warga yang terdampak kekeringan di Gunungkidul. Sejak Juli 2026, Kabupaten Gunungkidul ditetapkan sebagai daerah dengan status siaga darurat bencana kekeringan. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan pasokan air akibat kekeringan.
“Aksi penyaluran air bersih ini merupakan bentuk nyata empati kami kepada bencana kekeringan yang melanda saudara-saudara kami di Gunungkidul. Aksi ini juga merupakan bentuk dari perayaan Hari Santri Nasional 2026. Kami berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan,” ujar Ilham. [MAF].