BANTUL, NUR.ac.id—Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta menindaklanjuti kerja sama dengan Pusat Studi Islam (PSI) Universitas Islam Indonesia (UII) melalui kegiatan bedah buku dan klinik metodologi penelitian. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (27–28/10/2026), di Gedung K.H. Wahid Hasyim, UII, Yogyakarta, tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta.
Kesepuluh mahasiswa tersebut berasal dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) semester tujuh. Mereka adalah Labib Inngamul Aofa, Durratun Nafisah, Ghufron As’ari, Novi Siti Aisyah, Atikah Noer Fadhilah, Satria Aji Nurrochman, Yulisna Khoirun Nisa, Mohamad Aulia Almukarom, Akmad Jajuli, dan Muhammad Masykuri Latif.
Salah seorang dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IIQ An Nur Yogyakarta, Ahmad Dwi Nur Khalim, M.Pd., hadir sebagai narasumber. Kegiatan juga menghadirkan beberapa narasumber lain, yaitu Prof. Dr. Zainal Arifin, S.Pd., M.S.I., Dr. Fuad Hasyim, S.S., M.A., Ahmad Asroni, S.Fil., S.Th.I., M.Hum., dan Edi Safitri, S.Ag., M.S.I.
Rangkaian acara diawali dengan bedah buku Khazanah Pemikiran Islam dan Kebangsaan Kontemporer, dilanjutkan diskusi dan tanya jawab. Peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam penelitian, identifikasi masalah penelitian, etika akademik, serta strategi menyusun karya ilmiah secara sistematis.
Tidak hanya mengikuti pemaparan materi, peserta juga menjalani klinik metodologi penelitian melalui diskusi kelompok dan presentasi. Dalam sesi tersebut, mahasiswa berlatih mengidentifikasi fenomena, menentukan fokus kajian, merumuskan masalah, serta menyusun gagasan penelitian berdasarkan persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar.
Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. M. Subhan Ashari, Lc., M.Pd.I., mengatakan bahwa kolaborasi dengan PSI UII merupakan salah satu upaya memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus meningkatkan kapasitas dosen. Menurutnya, kerja sama antar-perguruan tinggi perlu diwujudkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi pengembangan kompetensi akademik.
“Pelibatan dosen sebagai narasumber dan mahasiswa sebagai peserta dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan jejaring akademik. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan penelitian yang lebih terarah dan berkualitas,” ucap Subhan.
“Kami berharap, kegiatan ini menjadi awal bagi program kolaborasi akademik berikutnya antara Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur dengan PSI UII, misalnya berupa pendampingan penelitian mahasiswa, pengembangan karya ilmiah, atau kegiatan akademik bersama yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi,” tandas Subhan.
Salah seorang peserta, Durratun Nafisah, menilai kegiatan bedah buku dan klinik metodologi penelitian memberikan pemahaman lebih terstruktur mengenai proses penelitian. Diskusi kelompok dan presentasi juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan sekaligus menerima masukan dari peserta lain. Keterampilan tersebut dinilai penting sebagai bekal dalam penyusunan tugas akhir.
“Penelitian rupanya tidak cukup hanya berangkat dari ketertarikan terhadap suatu topik. Harus pula didukung kemampuan mengidentifikasi fenomena, menentukan fokus kajian, menyusun argumentasi, dan memilih metode yang sesuai,” ucap Durratun Nafisah. /DNKH.