- Prodi MPAI IIQ An Nur Yogyakarta menggelar pembekalan field study tahun akademik 2026/2027 dengan materi literasi artikel ilmiah dan teknis pelaksanaannya.
- Kegiatan lapangan dijadwalkan berlangsung dari 4 November hingga 11 Desember 2026.
BANTUL, NUR.ac.id—Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pembekalan field study tahun akademik 2026/2027, Selasa (03/11/2026).
Kegiatan pembekalan menghadirkan dua pemateri, Dr. (Cand.) Cut Afrina, M.IP., dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat, serta Ahmad Dwi Nur Khalim, M.Pd., Sekretaris Pascasarjana IIQ An Nur Yogyakarta.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali peserta field study sebelum mengikuti pembelajaran lapangan guna memperluas wawasan akademik, meningkatkan literasi ilmiah, serta memahami secara langsung dinamika penyelenggaraan pendidikan tinggi,” ucap Direktur Pascasarjana IIQ An Nur Yogykarta, Dr. Moch. Taufiq Ridho, M.Pd.
Dalam kegiatan yang dimoderatori oleh Novi Ulfah Nihayah, S.Pd. Cut Afrina menyampaikan materi tentang literasi artikel ilmiah. Ia menjelaskan bahwa literasi artikel ilmiah mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan mengomunikasikan informasi dari publikasi ilmiah secara kritis dan etis.
“Kemampuan ini menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa pascasarjana, khususnya dalam membangun tradisi akademik berbasis riset,” ucapnya.
Cut Afrina menambahkan, mahasiswa perlu memiliki kecakapan dalam menelusuri sumber ilmiah yang kredibel, memahami argumentasi penulis, menilai kualitas temuan penelitian, serta memanfaatkan hasil kajian ilmiah sebagai dasar pengembangan pengetahuan dan praktik pendidikan.
Sementara itu, Khalim menyampaikan materi mengenai urgensi field study dan teknis pelaksanaannya. Ia menjelaskan bahwa field study merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa magister karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa menghubungkan pengetahuan konseptual yang diperoleh di ruang kelas dengan realitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Pembelajaran di kelas memberikan landasan teoretis, sedangkan field study menghadirkan pengalaman empiris yang memungkinkan mahasiswa memahami bagaimana sistem akademik, proses pembelajaran, budaya akademik, dan tata kelola program studi dijalankan secara nyata,” tukas Khalim.
Dalam penjelasan teknisnya, Khalim memaparkan tentang tata tertib dan etika akademik, srategi membangun komunikasi dengan pihak institusi tempat kegiatan, melakukan observasi secara terencana, mendokumentasikan aktivitas yang relevan, serta menyusun laporan hasil field study.
“Setelah pembekalan, mahasiswa dijadwalkan mengikuti penerjunan pada 4 November 2026. Kegiatan lapangan berlangsung mulai 4 November hingga 11 Desember 2026, dan akan diakhiri dengan penarikan pada 11 Desember 2026,” tandas Khalim. [DNKH].