BWI DIY dan IIQ An Nur Yogyakarta Sepakati Kerja Sama Pengembangan Wakaf

pakai WhatsApp Image 2026 08 05 at 11.32.52 - BWI DIY dan IIQ An Nur Yogyakarta Sepakati Kerja Sama Pengembangan Wakaf
  • BWI DIY dan IIQ An Nur Yogyakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dengan fokus pada pengembangan wakaf dan ekonomi syariah.
  • Kerja sama ini diharapkan melahirkan berbagai program konkret, seperti riset kolaboratif, kuliah umum, pendampingan nazhir, serta peningkatan literasi wakaf bagi mahasiswa dan masyarakat.

BANTUL, NUR.ac.id—Badan Wakaf Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BWI DIY) bersama Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta resmi menjalin kemitraan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Rabu (5/8/2026). Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan IIQ An Nur Yogyakarta. Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua BWI DIY, H. Misbahrudin, S.Ag., M.M., dan Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. H. Ahmad Sihabul Millah, M.A.

Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IIQ An Nur Yogyakarta. Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan FEBI Muhammad Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I., Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Puji Solikhah, M.M., Ketua Program Studi Perbankan Syariah Edo Segara Gustanto, M.E., serta Sekretaris FEBI Listiyowati, S.E., M.Pd., Akt., C.A.

BACA JUGA:

FEBI IIQ An Nur Yogyakarta Audiensi dan Jajaki Kerja Sama dengan BWI Perwakilan D.I. Yogyakarta
FEBI IIQ An Nur Yogyakarta Perluas Jejaring Akademik melalui Kerja Sama dengan Tiga Kampus NU
IIQ An Nur Yogyakarta dan UID Al Karimiyah Jalin Kerja Sama untuk Mendorong Transformasi Kelembagaan
IIQ An Nur Yogyakarta dan UNSIQ Jalin Kerja Sama Penguatan Sistem Mutu Perguruan Tinggi

Ketua BWI DIY mengatakan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat pengelolaan dan pengembangan wakaf di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, keterlibatan kalangan akademisi dapat mendorong lahirnya berbagai kajian ilmiah sekaligus program pemberdayaan masyarakat yang berbasis wakaf produktif.

“Perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk menghadirkan inovasi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan literasi wakaf, khususnya di lingkungan mahasiswa dan sivitas akademika,” ujar Misbahrudin.

Rektor IIQ An Nur Yogyakarta menyambut positif terjalinnya kemitraan tersebut. Ia berharap nota kesepahaman ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata.

“Sejumlah agenda yang dapat dikembangkan dari MoU ini antara lain penyelenggaraan kuliah umum, riset kolaboratif mengenai wakaf, pendampingan bagi nazhir, hingga berbagai kegiatan edukasi yang bertujuan memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat,” ucap Sihab.

Di dalam naskah nota kesepahaman, disebutkan bahwa kedua institusi berkomitmen mengembangkan kolaborasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bidang yang menjadi perhatian adalah penguatan ekosistem wakaf dan pengembangan ekonomi syariah. []