Bantul, 6 Februari 2026—Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta menggelar kegiatan bertajuk “Harmoni Cinta Civitas Fakta (Fakultas Tarbiyah) Forum Keakraban Mahasiswa dan Dosen Fakultas Tarbiyah 2026, Jumat (6/2/2026)”. Acara yang berlangsung di lobi lantai dua gedung kampus IIQ An Nur Yogyakarta ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, jajaran dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai angkatan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum musyawarah antara dosen dan mahasiswa Fakultas Tarbiyah, baik terkait persoalan akademik maupun non-akademik. Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Lina, M.Pd., dalam sambutannya.
“Acara ini merupakan forum keakraban pertama antara sivitas akademika Fakultas Tarbiyah. Melalui kegiatan ini, kami berharap terjalin kehangatan antara mahasiswa dan dosen. Selain itu, segala bentuk ganjalan dan masukan terkait fakultas dapat disampaikan secara terbuka dan kekeluargaan di kesempatan saat ini,” ujar Lina.
Dalam forum tersebut, dosen dan mahasiswa turut menampilkan berbagai bakat seni. Maghfur MR, M.Ag., membacakan puisi. Grup band Fakultas Tarbiyah yang terdiri dari para dosen juga turut memeriahkan suasana, yakni Bagus Mahardika, M.A. (vokal), Nindya Rachman Pranajati, M.Pd. (gitar), Hadi Muhtarom, M.Pd. (keyboard), Hendra Listya Kurniawan, M.Pd. (bass), serta Dr. Muh. Subhan Ashari, Lc., M.Pd.I. (gitar). Sejumlah mahasiswa pun tampil membacakan puisi, bernasyid, dan menyumbangkan lagu.
Penampilan seni tersebut digelar setelah sesi resmi berupa musyawarah yang membahas berbagai usulan dan masukan terkait perkuliahan, pelayanan akademik, serta hal-hal terkait akademik lain yang dimoderatori oleh Mujawazah, M.Pd.

Presiden Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta 2025–2026, Syifa Nurul Auzan, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan fakultas.
“Forum ini sangat penting agar unek-unek mahasiswa yang selama ini hanya beredar dari mulut ke mulut bisa disampaikan langsung kepada pimpinan fakultas. Hanya saja, sangat disayangkan kegiatan ini dilaksanakan di akhir semester, bukan di awal semester,” ujarnya.
Musyawarah membahas sejumlah isu, mulai dari alur tugas akhir, pengembangan minat dan bakat mahasiswa, hingga pendelegasian mahasiswa dalam berbagai perlombaan di luar daerah. Mahasiswa juga mengusulkan pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga dan UKM Seni, serta wadah diskusi untuk menghidupkan budaya diskursus di lingkungan fakultas. Selain itu, muncul pula usulan agar fakultas mendistribusikan guru bantu ke sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik, bukan hanya ke sekolah mitra yang selama ini tergolong sekolah maju.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Lina menyampaikan komitmen untuk menindaklanjutinya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kritik, saran, dan usulan dari seluruh mahasiswa. Semua akan kami tampung dan diskusikan di tingkat pimpinan, termasuk kemungkinan realisasinya serta waktu pelaksanaannya, apakah dapat dilakukan semester depan atau tahun berikutnya,” tegasnya. [MAF].