• IIQ Expo 2026 menjadi program tahunan terbesar DEMA yang menghadirkan pameran buku, bazar UMKM, seminar, lomba, hingga layanan kesehatan gratis.
• Wakil Bupati Bantul membuka secara resmi kegiatan yang mengusung tema “Merangkai Kembali Fragmen Kejayaan Islam”.
BANTUL, NUR.ac.id – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta menggelar IIQ Expo 2026 sebagai penutup masa bakti kepengurusan periode 2025–2026. Kegiatan yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 itu menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pameran buku, bazar UMKM, seminar, hingga perlombaan tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng).
Pembukaan expo digelar di halaman kampus pada Selasa (23/6/2026) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bantul, H. Aris Suharyanta, S.Sos., M.M.
Presiden Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Syifa Nurul Auzan mengatakan, expo tersebut merupakan program tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh DEMA Institut.
“Ini merupakan event terbesar dari berbagai kegiatan yang digelar DEMA. Kegiatan ini menjadi program tahunan DEMA Institut,” ujar Syifa.
Menurut Syifa, expo menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana mempertemukan dunia akademik dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan edukatif dan pemberdayaan ekonomi. Selain pameran buku dan bazar UMKM, rangkaian acara juga mencakup talk show inspiratif, seminar, pameran manuskrip Al-Qur’an, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Panitia juga menggelar sejumlah kompetisi, seperti lomba esai, lomba poster, dan turnamen futsal tingkat DIY-Jawa Tengah.
Tahun ini, expo mengusung tema “Merangkai Kembali Fragmen Kejayaan Islam”. Tema ini dikaji secara mendalam dalam kegiatan seminar dengan mengundang Gus Muhammad Firdaus Abdittawab Muttaqy, S.H.I. dan Gus H. Rifqil Muslim Suyuthi, S.Pd.I., M.Pd. sebagai pembahas.
Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. A. Sihabul Millah, M.A., menilai tema tersebut relevan untuk membangun optimisme generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, sejarah kejayaan Islam perlu dipelajari kembali dalam konteks saat ini dan masa depan.
“Tema ini jangan hanya menjadi nostalgia masa lalu, tetapi harus menjadi spirit untuk membangun kebangkitan Islam di masa depan. Mahasiswa memiliki peran penting untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Sihab.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengapresiasi penyelenggaraan expo yang dinilai mampu mendorong tumbuhnya kreativitas dan kemandirian generasi muda di wilayah Bantul. Ia mengatakan, kegiatan semacam itu penting karena memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, keterampilan, dan jejaring yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga acara ini berjalan lancar, sukses, dan membawa manfaat yang besar untuk kita semua,” ujar Aris saat membuka kegiatan.
Pembukaan expo ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Aris sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan IIQ Expo 2026. [MAF].