Bantul, 20 Desember 2025—Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A. secara resmi dilantik kembali sebagai Rektor Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta untuk masa bakti 2026–2029. Acara pelantikan digelar pada Sabtu (20/12/2025) di Gedung Auditorium IIQ An Nur Yogyakarta.
Pelantikan tersebut dihadiri oleh keluarga besar pengasuh Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, perwakilan Yayasan Al Ma’had An Nur, jajaran Senat IIQ An Nur Yogyakarta, para dosen dan pengelola IIQ An Nur Yogyakarta, serta para undangan yang terdiri atas kepala sekolah dari masing-masing satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Ma’had An Nur.
Qowim Musthofa, M.Hum., Kepala Tata Usaha Yayasan Al Ma’had An Nur, bertindak sebagai pembaca Surat Keputusan (SK) Ketua Yayasan Al Ma’had An Nur Ngrukem Nomor 465/SK-PRIIQ/YAA/XI/2025 tentang Pengangkatan Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an An Nur Yogyakarta Periode 2026–2029.
Dalam SK tersebut dinyatakan bahwa masa jabatan Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A. diperpanjang sekaligus ditetapkan kembali sebagai Rektor IIQ An Nur Yogyakarta untuk masa bakti 2026–2029. Dengan demikian, kepemimpinan Sihab memasuki periode kedua. Sebelumnya, ia menjabat sebagai rektor pada masa bakti 2021–2025, yang kemudian diperpanjang selama enam bulan hingga akhir Desember 2025.
Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Al Ma’had An Nur, KH. Muslim Nawawi. Dalam suasana khidmat, Sihab diminta mengucapkan janji untuk melaksanakan sejumlah titah dan amanah dari yayasan sebelum akhirnya secara resmi dilantik sebagai rektor.
“Saya ucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya kembalikan tanggung jawab dan amanah besar ini kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ucap Sihab mengawali sambutannya seusai dilantik.
Dengan penuh haru dan suara bergetar, Sihab menyampaikan bahwa amanah yang kembali dipercayakan kepadanya merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Ia menyadari bahwa tugas tersebut tidak akan mampu dijalankannya tanpa arahan dan bantuan dari berbagai pihak, terutama para pengasuh Pondok Pesantren An Nur dan sivitas akademik IIQ An Nur Yogyakarta.
“Kami mohon dijewer, didawuhi, dan mohon arahan kepada orang tua kami, para pengasuh Pondok Pesantren An Nur, dalam masa-masa kami menjalankan amanah dan tanggung jawab besar ini,” tutur Sihab.
“Kepada seluruh keluarga besar IIQ An Nur Yogyakarta, saya juga memohon maaf apabila dalam kepemimpinan saya sebelumnya terdapat banyak kekurangan dan kekhilafan. Saya berharap dukungan bapak-bapak dan ibu-ibu selama saya mengemban amanah ini hingga akhir masa bakti nanti,” tambahnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, KH. Muslim Nawawi menyampaikan bahwa Sihab tidak perlu merasa khawatir dalam mengemban amanah sebagai rektor. Ia berpesan agar jabatan tersebut diniatkan sebagai bekal pengabdian dalam mengurusi santri-santri Mbah Nawawi (Almaghfurlah KH. Nawawi ‘Abdul ‘Aziz [1925–2014]), pendiri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem sekaligus pendiri seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Ma’had An Nur, termasuk IIQ An Nur Yogyakarta.
“Jadi, nawaitu-nya adalah mengurusi santri-santrinya Mbah Nawawi. Tidak perlu repot dan mumet sendiri. Kalau sedang ruwet pikiran dalam menjalankan khidmat karena beberapa hal, misalnya, ziarahlah ke maqbarah Mbah Nawawi, laporkan kepada beliau, dan mohon didoakan. Insya Allah Mbah Nawawi masih memantau para santrinya hingga sekarang, meskipun dari alam barzakh,” dawuh Kiai Muslim.
Pesan tersebut, menurut KH. Muslim Nawawi, tidak hanya ditujukan kepada Sihab, tetapi juga kepada seluruh dosen, pengelola, dan mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta. Meskipun sebagian besar sivitas akademik IIQ An Nur Yogyakarta saat ini tidak sempat menjumpai Mbah Nawawi secara langsung, pengabdian yang diniatkan untuk merawat dan melanjutkan warisan beliau akan tetap diakui sebagai bagian dari santri-santrinya kelak di akhirat.
“Saya haqqul yaqin, pengabdian panjenengan semua di kampus ini tidak akan sia-sia apabila diniatkan berkhidmat kepada santri-santrinya Mbah Nawawi. Sebab, niat awal Mbah Nawawi mendirikan kampus ini adalah agar para santri An Nur yang hafalan Qur’annya belum rampung, sementara mereka telah lulus Aliyah, tetap dapat diselesaikan dengan melanjutkan kuliah di IIQ An Nur,” imbuhnya.
Acara pelantikan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Mu’thi Nawawi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan salam-salaman seluruh hadirin kepada jajaran pengasuh Pondok Pesantren An Nur Ngrukem serta penyampaian ucapan selamat kepada Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A. atas pelantikannya kembali sebagai Rektor IIQ An Nur Yogyakarta. [MAF].