Bantul, 15 April 2025—Pasca libur Ramadhan 1446 H, aktivitas perkuliahan dan kegiatan di Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta kembali berjalan normal. Dosen, karyawan, dan pengelola kampus mulai aktif sejak 9 April 2025, sementara mahasiswa memulai aktivitas akademik pada 14 April 2025.
Dalam suasana yang penuh keberkahan dan semangat fithri, IIQ An Nur Yogyakarta mengadakan acara syawalan pada Selasa (15/04/2025) bertempat di gedung auditorium kampus. Acara ini diikuti oleh seluruh dosen, karyawan, dan pengelola, dan dipimpin oleh Maghfur M.R., M.Ag.
Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara syawalan ini merupakan momentum penting untuk mempererat ukhuwah antar-stakeholder, saling memaafkan, serta memperkokoh semangat kebersamaan dan kolaborasi di lingkungan kampus.
Lebih lanjut, Sihab menjelaskan makna kata “syawal”. Kata yang berasal dari bahasa Arab ini berarti ‘peningkatan’. Dalam konteks Islam, syawal merepresentasikan peningkatan kualitas keimanan dan ibadah setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan.
“Namun, secara lebih luas, syawal juga bisa dimaknai sebagai peningkatan dalam berbagai aspek kehidupan. Bagi kita di IIQ An Nur, ini bisa berarti peningkatan dalam kualitas pengajaran, jumlah mahasiswa baru, karier dosen dan staf, kapasitas kelembagaan, serta kekompakan antarkaryawan,” ungkapnya.
“Saya secara pribadi, dan atas nama pimpinan kampus, memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan selama ini. Begitu pula kami telah memaafkan bapak-ibu semua. Sekarang, hati kita sudah bersih, tidak ada lagi beban. Mari kita buka lembaran baru untuk IIQ An Nur yang lebih baik ke depan,” tutupnya.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar syawalan yang dipimpin oleh Bagus Mahardika, M.A., dan diikuti oleh seluruh hadirin. Setelah itu, para peserta saling berjabat tangan (musyaffahah) satu sama lain, sebagai simbol saling memaafkan. Sebagai penutup, seluruh hadirin sowan dan memohon doa restu kepada para pengasuh Pondok Pesantren An Nur Yogyakarta, yaitu KH. Ashim Nawawi, KH. Yasin Nawawi, KH. Mu’thi Nawawi, dan KH. Muslim Nawawi. (MAF).