Bantul, 11 Agustus 2025—Senin siang itu (11/08/2025), sekira pukul 14:00 dan 15:00, halaman SDN 1 Bantul dipenuhi suara riuh anak-anak. Di antara tawa dan percakapan, terdengar lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an yang masih tersendat-sendat, namun penuh semangat. Sebuah pemandangan yang lama tak terlihat di sekolah ini, yakni Program Tuntas Baca al-Qur’an (TBQ), kembali berdenyut.
Program ini pernah menjadi kebanggaan sekolah, mengantar siswa mengenal dan mencintai kalam Ilahi. Namun, bertahun-tahun terakhir, ia terhenti. Harapan untuk menyalakannya kembali datang dari kepala sekolah, Parjiyatmi, S.Pd.
“Jadi, Ibu Parjiyatmi melihat bahwa mahasiswa PPL kita memiliki kemampuan yang baik, terutama dalam bidang al-Qur’an. Akhirnya, beliau meminta para mahasiswa PPL untuk menghidupkan kembali TBQ,” tutur Mujawazah, M.Pd., salah seorang panitia PPL Fakultas Tarbiyah.
Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta memang telah hadir sejak 29 Juli 2025, dan akan mengabdikan waktu selama delapan pekan di sana. Mereka, yang dibimbing oleh DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Maghfur MR, M.Ag., tidak hanya mengajar, tetapi terutama menebar inspirasi Qur’ani. Namun, kesibukan program PPL membuat mereka tak mungkin mengelola TBQ sepenuhnya.
Maka, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An Nur Yogyakarta hadir sebagai jembatan. Nota kesepahaman ditandatangani, menetapkan setiap Senin pukul 14.00–15.00 WIB sebagai waktu khusus untuk TBQ. Hari ini menjadi pertemuan perdana, diikuti siswa muslim dari kelas satu hingga lima.
Sebanyak 25 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah, Ushuluddin, dan Ekonomi dan Bisnis Islam turun langsung membimbing.
“Kami siapkan sertifikat resmi dari Divisi Tahfidz dan Tahsin al-Qur’an (TTQ) untuk 25 mahasiswa pembimbing, sebagai bentuk penghargaan,” kata Muhammad Saifullah, M.A., Pelaksana Ketua LPPM.
Bani Idris Hidayanto, M.H.I., Ketua TTQ, menuturkan bahwa target utamanya sederhana, namun tidak mudah, yakni semua siswa mampu membaca al-Qur’an.
“Ada pula harapan khusus dari pihak sekolah, yakni kami diminta untuk melahirkan tiga siswa dan tiga siswi yang mahir tilawatul Qur’an, serta beberapa siswa mampu mengumandangkan azan dengan indah,” ungkap Bani. [MAF].