Bantul, 07 Agustus 2025—Profesor bidang pemikiran Islam itu mengatakan bahwa pihaknya siap untuk bekerja sama dengan Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta dalam bidang pengelolaan jurnal ilmiah.
“Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan IIQ An Nur dalam pengelolaan jurnal ilmiah. Alhamdulillah, selain IJIM (International Journal of Islam and Muslim Societies), kami juga memiliki jurnal Ijtihad, yang kini menduduki peringkat pertama dunia dalam klasifikasi jurnal bereputasi Q1,” ucapnya.
Professor itu bernama Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto, M.A. Ia turut dalam rombongan pengelola Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dalam melakukan kunjungan ke kampus IIQ An Nur Yogyakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga.
Pihak IIQ An Nur Yogyakarta menyambut rombongan tersebut di gedung pascasarjana lantai dua kampus berbasis al-Qur’an dan kepesantrenan itu. Acara focus group discussion (FGD) digelar untuk membahas sinergi dalam bidang pascasarjana dan pengelolaan jurnal.
“Kami berharap dari silaturahmi ini, akan ada banyak hal yang dapat dikerjasamakan, lebih-lebih dalam hal pengelolaan jurnal ilmiah. Sebab, kami tahu bahwa International Journal of Islam and Muslim Societies milik UIN Salatiga merupakan jurnal terbaik dunia,” tutur Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., dalam sambutannya.
Pada tahun 2022, IJIM ditetapkan sebagai jurnal peringkat satu se-Asia versi Scimago Journal & Country Rank dalam kategori religious studies, juga masuk sebagai salah satu dari 15 jurnal terbaik dunia versi Scopus untuk kategori yang sama. Sedankan Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan yang diterbitkan oleh Fakultas Syariah UIN Salatiga berhasil menjadi jurnal Q1 dengan perinkat pertama dunia bidang religious studies, peringkat pertama di Asia bidang hukum, dan peringkat pertama di Indonesia untuk semua bidang ilmu berdasarkan Scimago Journal Rank.
“Kami sangat berharap, melalui kerja sama ini, jurnal-jurnal yang ada di IIQ An Nur dapat bertumbuh menjadi jurnal bereputasi, setidaknya pada tingkat nasional,” tambah Sihab.
Menanggapi hal itu, Asfa menyampaikan bahwa ruang kolaborasi yang diharapkan tidak hanya terbatas pada jurnal ilmiah semata. Pihaknya juga siap untuk bekerja sama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Harapan kami sedari awal memang pertemuan ini bukan hanya menjadi sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga silatulfikr, tempat bertukar ide dan gagasan. Monggo kita bekerja sama dalam banyak hal, baik pascasarjana, jurnal, penelitian, pengabdian, dan hal-hal lainnya,” tegas Asfa. [MAF].