Hafidzah 30 Juz, Hasil Penelitian Terbit di Jurnal Scopus: Kisah Inspiratif Nur Tata, Wisudawan Terbaik IIQ An Nur Yogyakarta Tahun 2025

DSC 8106 - Hafidzah 30 Juz, Hasil Penelitian Terbit di Jurnal Scopus: Kisah Inspiratif Nur Tata, Wisudawan Terbaik IIQ An Nur Yogyakarta Tahun 2025

Bantul, 15 September 2025—Tidak semua keputusan hidup lahir dari pilihan pribadi. Terkadang, arahan orang tua justru membuka jalan menuju masa depan terbaik. Hal itulah yang dialami Nur Tata, mahasantri Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin, Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta.

Sejak kecil, Nur Tata tumbuh di lingkungan religius. Pendidikan formalnya dimulai di Papua, dari TK hingga MTs, sebelum melanjutkan ke SMK Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta. Selain itu, ia juga memperdalam ilmu agama di sejumlah pesantren, seperti Pondok Pesantren Latifah Mubarokah, Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu, kemudian Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak.

Putri dari keluarga sederhana ini terinspirasi langsung dari kedua orang tuanya. Ayahnya, Soleman, seorang guru SD yang kini pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sedangkan ibunya, Siti Rolingah, seorang ibu rumah tangga yang aktif mengelola Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) setiap ba’da Subuh dan Maghrib. Dari keduanyalah Nur Tata belajar bahwa ilmu dan pengabdian merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Setelah lulus SMK, Nur Tata sempat ragu menentukan langkah. Atas saran orang tuanya, ia akhirnya melanjutkan kuliah di IIQ An Nur Yogyakarta dengan memilih Prodi IAT agar kuliah dan mondok bisa berjalan seimbang.

“Belajar di pesantren sambil kuliah bukan hal mudah. Saya harus pintar mengatur waktu,” ujarnya.

Awal masa kuliah menjadi tantangan besar baginya. Ia merasa kesulitan dengan beberapa mata kuliah, tetapi ia bertekad untuk tidak mengulang satu pun mata kuliah. Usaha itu membuahkan hasil hingga ia memasuki semester tujuh dan menulis skripsi bertema unik: Tafsir Al-Qur’an dan Artificial Intelligence: Studi Hermeneutika Al-Qur’an pada ChatGPT. Dari penelitian tersebut, minat Nur Tata pada kajian al-Qur’an kontemporer semakin tumbuh.

Berbekal doa dan usaha yang gigih, Nur Tata akhirnya ditahbiskan sebagai wisudawan terbaik IIQ An Nur Yogyakarta tahun 2025 dengan IPK 3,57, hafal al-Qur’an 30 Juz, dan nilai skripsi A, juga salah satu penelitiannya tembus jurnal terindeks Scopus.

Sebelumnya, Nur Tata telah memiliki rekam jejak prestasi yang mengesankan. Ia pernah meraih Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Nasional, Juara 1 Debat Kepesantrenan se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi finalis Debat Kepesantrenan tingkat nasional, serta finalis Karya Ilmiah Remaja tingkat provinsi. Ia juga aktif menulis di platform Medium dan situs Contradixie.

Tidak hanya itu, Nur Tata juga seorang hafizah 30 juz, sekaligus pengurus Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam Krapyak (2022–2024). Semasa sekolah, ia pun dipercaya sebagai Wakil Ketua OSIS baik di MTs maupun SMK.

Bagi Tata, suasana akademik di IIQ An Nur Yogyakarta meninggalkan kesan mendalam.

“Kelas terasa menyenangkan berkat dosen-dosen yang hebat,” tuturnya. Ia berharap kampusnya terus berkembang dan mampu berkiprah lebih luas.