Lewat Klinik Akademik, Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Dilatih Mengajar dengan Teknologi

snapedit 1781498635422 - Lewat Klinik Akademik, Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Dilatih Mengajar dengan Teknologi

Sebanyak 57 mahasiswa calon pendidik di IIQ An Nur Yogyakarta diajak merasakan langsung bagaimana teknologi bisa mengubah wajah pembelajaran.

Bantul, 13 Juni 2026—Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (Prodi M-PAI) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta menyelenggarakan workshop bertajuk “Klinik Akademik: Mengoptimalkan Pembelajaran dengan Media Interaktif” pada Sabtu (13/6/2026) di gedung uditorium kampus.

BACA JUGA:

Dorong Tradisi Ilmiah, Magister PAI IIQ An Nur Yogyakarta Hadirkan Pemateri dari Harvard University
Dosen dan Tendik Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta Ikuti Pelatihan Kurikulum OBE dan PjBL Berbasis AI
IIQ An Nur Yogyakarta dan Pemkab Bantul Luncurkan Beasiswa S-2 untuk Guru PAI se-Kabupaten Bantul

Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Evaluasi Pembelajaran PAI itu diikuti oleh 57 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) semester dua, empat, dan enam Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta.

Ketua panitia, Aswal Askah, S.Ag., menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan sudah menjadi kebutuhan mendesak, terlebih di tengah era disrupsi saat ini.

“Teknologi memang bukan pengganti guru, tapi kehadirannya akan membuat pembelajaran semakin efektif dan menyenangkan,” ujarnya.

Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Pascasarjana IIQ An Nur Yogyakarta, Ahmad Dwi Nur Khalim, S.Pd., M.Pd., dan Ngatiyatul Wafiyah, S.Pd., dengan Muhammad Lutfi Hakim, S.Pd. sebagai moderator.

Dalam paparannya, Khalim menyatakan bahwa efektivitas pembelajaran konvensional di era digital seperti sekarang kian melemah. Pesatnya perkembangan teknologi, terutama AI, membuat sistem pembelajaran konvensional kian ditinggalkan. Banyak lembaga pendidikan yang langsung beradaptasi dengan kehadiran teknologi.

“Kita sebagai insan PAI tidak boleh tidak bisa beradaptasi pula dalam memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan pembelajaran,” katanya.

Sementara itu, Wafiyah memaparkan strategi penggunaan media pembelajaran interaktif dalam proses belajar-mengajar.

“Dengan media interaktif dan metode yang tepat, pembelajaran yang efektif akan dapat terwujud,” ujarnya.

Selain menerima materi, peserta juga mengikuti sesi praktik menggunakan sejumlah platform digital. Mereka memanfaatkan Canva untuk merancang media pembelajaran, serta Quizizz dan Kahoot untuk simulasi pembelajaran berbasis permainan.

Salah seorang peserta, Yulisna Khoirun Nisa dari Prodi PAI semester 6, berkesempatan mempresentasikan karya yang dibuat menggunakan Canva dengan mengintegrasikan fitur desain dan kecerdasan buatan (AI). Para narasumber memberikan apresiasi sekaligus masukan konstruktif agar karya tersebut dapat lebih efektif diterapkan dalam proses pembelajaran. [MAF].