Meniti Jalan Ilmiah, Rumah Jurnal An Nur Hadiri Pembinaan Jurnal Kopertais III Yogyakarta

BetterImage 1753865079269 - Meniti Jalan Ilmiah, Rumah Jurnal An Nur Hadiri Pembinaan Jurnal Kopertais III Yogyakarta

Bantul, 30 Juli 2025—Di tengah semarak langkah akademik yang kian berdenyut, Rumah Jurnal An Nur menapaki satu lagi babak perjalanan intelektualnya. Pada Rabu pagi menjelang siang yang cerah (30/07/2025), undangan dari Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) III Daerah Istimewa Yogyakarta membawanya hadir dalam forum bertajuk “Pembinaan Pengelolaan dan Penulisan Jurnal PTKIS, yang digelar di lantai dua kampus timur Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Forum tersebut merupakan ruang temu gagasan dan semangat, dihadiri oleh para pengelola jurnal ilmiah dari 12 kampus yang bernaung di bawah Kopertais III. Rumah Jurnal An Nur sendiri diwakili oleh Ahmad Shofiyuddin Ichsan, M.A., M.Pd., yang dikenal luas dengan panggilan Shofi.

Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Arifi, M.Ag., selaku Koordinator Sekretaris Kopertais III, menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memetakan potensi akademik dalam pengelolaan jurnal di lingkungan PTKIS.

“Pertemuan ini,” ucapnya, “akan saya bawa sebagai catatan penting menuju Rapat Koordinasi Kopertais Nasional di Jakarta bulan Agustus mendatang,” ucap Arifi.

Dua narasumber dihadirkan sebagai pemantik diskusi, Prof. Dr. Imam Machali, M.Pd. dan Imam Syafi’i, M.Pd. Dalam sesi pertama, Imam membuka ruang dialog yang hangat, memberi kesempatan kepada para pengelola jurnal untuk menyuarakan dinamika dan tantangan yang mereka hadapi.

“Dengan curahan hati ini, kita bisa merancang pertemuan-pertemuan ke depan yang lebih bermakna, lebih berdampak nyata,” ujarnya lugas.

Sesi berikutnya diisi oleh Syafi’i, yang mengupas teknis pengelolaan jurnal melalui Open Journal System (OJS). Ia menjelaskan bagaimana OJS mampu merangkum seluruh tahapan penerbitan—dari pengiriman naskah hingga arsip digital—dengan sistematis dan efisien. Tak berhenti pada teori, ia mengajak peserta menilai langsung sebuah jurnal berdasarkan standar penilaian Sinta.

“Secara umum, jurnal ini sudah baik. Meski demikian, ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki demi pengelolaan yang lebih matang,” ujarnya dengan nada membangun.

Diskusi pun mengalir. Beberapa peserta menyampaikan apresiasi, kritik, dan saran. Shofi, dalam kesempatan itu, menyampaikan dua usulan konkret: pembentukan Rumah Jurnal Kopertais sebagai simpul kerja kolektif serta pelaksanaan coaching artikel ilmiah secara berkala.

“Dengan dua langkah ini, kita bisa saling menopang. Jurnal yang sudah mapan menjadi sandaran bagi yang baru tumbuh. Solusi pun dapat lahir lebih cepat, lebih tepat,” tutur Shofi.

Menjelang senja, kegiatan ini ditutup dengan beberapa butir catatan penting yang akan dibawa sebagai bekal menuju rapat koordinasi nasional di ibu kota. Di sana, suara-suara dari Yogyakarta akan berpadu dengan gema dari seluruh penjuru negeri, mengukir arah baru bagi masa depan jurnal ilmiah di lingkungan PTKIS. [MAF].