Panitia KKN ke-22 IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Monev Daring, Capaian Program Kelompok 75%

WhatsApp Image 2025 12 23 at 16.15.37 - Panitia KKN ke-22 IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Monev Daring, Capaian Program Kelompok 75%

Bantul, 23 Desember 2025—Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-22 Tahun Akademik 2025/2026 Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring, mengingat kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan secara langsung di lokasi KKN.

Sekretaris Panitia KKN ke-22, Hadi Muhtarom, M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh kelompok KKN diwajibkan memfasilitasi pelaksanaan monev secara daring melalui platform Zoom atau Google Meet. Setiap kelompok juga diminta menghadirkan tiga orang perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan laporan dan presentasi pelaksanaan program kerja.

“Karena monev dilaksanakan secara daring, setiap kelompok KKN harus menyiapkan tautan Zoom atau Google Meet. Selain itu, tiap kelompok wajib diwakili oleh tiga mahasiswa untuk melakukan presentasi,” ujar Hadi.

Dalam pelaksanaan monev tersebut, panitia KKN menugaskan lima penanggung jawab untuk melakukan pemantauan terhadap 14 kelompok KKN yang tersebar di berbagai dusun di wilayah Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, serta satu kelompok KKN Mandiri di Kompleks Attariq Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.

BACA JUGA:

164 Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Turun ke Gunungkidul, Ini Fokus KKN 2025/2026
Siap Mengabdi di Semin, Gunungkidul, IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Pembekalan Komprehensif KKN ke-22 Tahun Akademik 2025/2026
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan KKN ke-21 IIQ An Nur Yogyakarta Tahun Ajaran 2024/2025

Bani Idris Hidayanto, M.H. bertanggung jawab memonitor kelompok Dusun Grogolan, Karangasem, dan Taunan. Nur Aini, M.A. memonitor kelompok Dusun Keringan Kidul, Keringan Lor, dan Keringan Wetan. Ahmad Dwi Nur Khalim, M.Pd. memonitor kelompok Dusun Bulurejo, Gobeh, dan Garotan. Hadi Muhtarom, M.Pd. memonitor kelompok Dringo, Dawe, dan Banyukendil. Sementara itu, Listiyowati, S.E., M.Pd., Akt., C.A., A.C.P.A. memonitor kelompok Widoro Kidul, Widoro Lor, serta kelompok Attariq.

Monev dilakukan terhadap tiga objek utama, yakni mahasiswa peserta KKN, program dan kegiatan KKN, serta dosen pembimbing lapangan (DPL). Setiap objek dinilai menggunakan sejumlah indikator. Untuk mahasiswa, indikator penilaian meliputi kehadiran, sikap, kedisiplinan, dan keaktifan. Program dan kegiatan KKN dinilai berdasarkan ketercapaian program, inovasi dan kreativitas, serta tingkat kepuasan mitra. Adapun penilaian terhadap DPL mencakup kedisiplinan, kemudahan dihubungi untuk koordinasi, pelayanan terhadap mahasiswa, serta tanggung jawab dan profesionalisme.

Capaian Hasil Monev

Berdasarkan data yang dihimpun para penanggung jawab monev, tingkat kehadiran, sikap, kedisiplinan, dan keaktifan mahasiswa selama pelaksanaan KKN mencapai angka 85%. Capaian tersebut menunjukkan kesungguhan dan komitmen mahasiswa dalam menjalankan program kerja KKN. Sementara itu, aspek kedisiplinan, koordinasi, pelayanan, tanggung jawab, dan profesionalisme DPL memperoleh skor sebesar 80%. Jika dirata-ratakan sejak masa penerjunan, DPL tercatat mengunjungi mahasiswa bimbingannya sebanyak satu kali. Meski demikian, secara umum DPL dinilai tetap menunjukkan sikap profesional serta koordinasi yang solid.

Adapun program kerja KKN dikelompokkan ke dalam dua formasi, yaitu program kerja kelompok dan program kerja individu. Hasil monev menunjukkan bahwa realisasi program kerja kelompok memperoleh nilai rata-rata 75%, sedangkan program kerja individu masih berada pada angka 60%.

Tiyo menjelaskan bahwa capaian program kerja kelompok yang mencapai 75% tergolong cukup baik. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tingginya tingkat kepuasan dan partisipasi mitra, khususnya masyarakat setempat.

“Capaian 75 persen untuk program kerja kelompok ini cukup besar. Hal ini ditengarai karena adanya dukungan dan kepuasan mitra, yakni warga sekitar. Masyarakat sangat proaktif terhadap program kelompok sehingga program-program tersebut dapat berjalan dengan cukup lancar,” jelasnya.

Selain program kerja kelompok dan individu, terdapat pula program kerja penunjang dan program tambahan. Menurut Nur Aini, kedua jenis program tersebut justru memiliki peran penting sebagai penopang keberhasilan program KKN secara keseluruhan.

“Program penunjang dan tambahan ini memiliki spektrum yang sangat luas, dan teman-teman KKN terlibat aktif di dalamnya. Masyarakat sering kali melibatkan mahasiswa KKN dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, meskipun kegiatan tersebut masuk dalam kategori program penunjang dan tambahan. Menurut saya, hal ini menunjukkan tingkat keaktifan peserta KKN yang sangat tinggi dan tentu saja sangat menunjang keberhasilan program kerja wajib, baik kelompok maupun individu,” ujar Nur Aini.

Sementara itu, Bani dan Khalim menegaskan bahwa pelaksanaan monev bertujuan untuk memastikan seluruh program kerja KKN berjalan secara terukur, lancar, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Setelah dilakukan monev, kami memberikan sejumlah catatan yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa sebagai bahan evaluasi dan pedoman perbaikan serta pengembangan program kerja ke depan,” kata Bani.

“Dari berbagai catatan tersebut, yang paling ditekankan adalah bagaimana mahasiswa mampu membuka ruang dialog dan menjalin komunikasi yang baik dan santun dengan para tokoh desa, baik tokoh agama, perangkat desa, maupun masyarakat umum. Hal ini penting karena keberhasilan realisasi program KKN sangat ditentukan oleh kedekatan mahasiswa dengan masyarakat,” timpal Khalim. [MAF].