Bantul, 10 September 2025—Menjelang prosesi wisuda, Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta menggelar Pembekalan Wisuda Angkatan XVII pada Rabu (10/9/2025) di halaman lobi kampus. Sebanyak 173 calon sarjana dari tiga fakultas (Tarbiyah, Ushuluddin, serta Ekonomi dan Bisnis Islam [FEBI]) mengikuti kegiatan ini. Mereka tercatat siap menyandang gelar sarjana dalam wisuda yang akan digelar pada Sabtu (13/9/2025).
Acara dibuka dengan sambutan Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A. Ia mengharapkan para calon sarjana itu kelak memberikan kontribusi penting bagi bangsa dan neraga sesuai bidang masing-masing.
“Alumni Fakultas Tarbiyah bisa terjun ke dunia pendidikan. Dari Fakultas Ushuluddin, dapat mengembangkan diri di bidang keagamaan. Sementara, lulusan FEBI disiapkan bersaing di ranah ekonomi modern, khususnya keuangan, perbankan, dan dunia usaha yang memadukan nilai agama dan praktik bisnis,” ujarnya.
Sesi pembekalan diisi dengan dialog interaktif yang dimoderatori oleh Qowim Musthofa, M.Hum. Perwakilan Yayasan Al-Ma’had An Nur, Gus Abditawwab, S.HI, memberikan pesan tentang pengabdian.
“Kalau sudah berusia lebih dari 40 tahun belum juga berkhidmah, itu fitnah. Karena itu, siapkan diri kalian untuk menjadi insan terdidik yang mampu mengaktualisasikan ilmunya. Sebab, setiap ilmu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. kelak,” tegasnya
Inspirasi berikutnya datang dari Reisa Nurma, S.S., seorang influencer. Dengan gaya komunikatif, ia mengajak para calon wisudawan untuk membekali diri dengan literasi digital dan keterampilan personal branding.
“Para sarjana masa kini tidak cukup hanya bermodalkan ijazah. Mereka harus memiliki target besar dan pola pikir yang berfokus pada keunggulan, ketekunan, serta kebermanfaatan,” jelasnya.
“Anda punya kapasitas yang jarang dimiliki banyak orang, yakni tahsin, tahfidz, dan ilmu al-Qur’an. Kapasitas ini akan menjadi sumber daya yang luar biasa jika digabungkan dengan literasi digital, kemampuan membangun personal branding, serta konsep pembelajaran al-Qur’an yang sesuai dengan kurikulum modern. Dari situ, insya Allah rezeki akan datang dengan melimpah,” tambahnya.
Narasumber terakhir adalah Fathurrahman, S.Pd.I., alumni IIQ An Nur Yogyakarta yang kini berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus wirausahawan. Ia menantang para calon sarjana untuk menjadi agen perubahan sekaligus teladan di masyarakat.
“Alumni IIQ An Nur di mata masyarakat dipandang luar biasa. Mereka dinilai sebagai ahli al-Qur’an, ahli agama, berintegritas, dan tulus mengabdi, bukan sekadar mencari keuntungan materi. Karena itu, saya berpesan, jagalah martabat ini, di mana pun kalian kelak berada,” ujarnya.
Acara pembekalan berlangsung hangat. Sesi tanya-jawab memunculkan berbagai diskusi, mulai dari strategi menghadapi dunia kerja hingga tantangan menjaga integritas di tengah perkembangan zaman.
Dihubungi secara terpisah, Ketua Panitia Wisuda, M. Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I., turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan.
“Alhamdulillah, Pembekalan Wisudawan dan Wisudawati ke-17 berjalan lancar. Doa restu rektor, wejangan para pemateri, serta inspirasi alumni memberi semangat baru bagi para calon wisudawan agar siap menghadapi tantangan era digital dan mengabdi untuk kemaslahatan umat,” tuturnya.