Bantul, 12 Agustus 2025—Suasana hangat mewarnai diskusi interaktif yang berlangsung di Ruang Rapat Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, Selasa (12/8/2025). Kegiatan ini mempertemukan jajaran dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan pemateri, sebagai bagian dari rangkaian Pelatihan Metodologi Penelitian yang digelar FEBI. Pelatihan tersebut bertujuan merumuskan Buku Pedoman Skripsi yang akan menjadi panduan bagi mahasiswa FEBI.
“Pelatihan ini merupakan upaya FEBI untuk meningkatkan pemahaman seluruh dosen mengenai metodologi penelitian sekaligus menyamakan persepsi dalam membimbing skripsi mahasiswa. Selain itu, hasil diskusi ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan Buku Pedoman Skripsi FEBI, yang merupakan turunan dari Buku Pedoman Skripsi IIQ An Nur Yogyakarta,” jelas Dekan FEBI IIQ An Nur Yogyakarta, Muhammad Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I.
Pada batch ini, FEBI mengundang pemateri internal kampus, yakni Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A. Dalam kesempatan tersebut, Sihab memberikan paparan komprehensif mengenai metodologi penelitian yang wajib dipahami oleh para peneliti.
Ia mengulas empat paradigma penelitian utama, yaitu positivistik, post-positivistik, konstruktivistik, dan paradigma kritis. Masing-masing paradigma dijelaskan secara rinci, mencakup konsep dasar serta prinsip-prinsip yang mendasarinya. Tak hanya teori, pemateri juga memberikan contoh konkret penerapan paradigma tersebut dalam konteks penelitian kualitatif.
“Pemahaman terhadap keempat paradigma ini sangat penting agar peneliti dapat menentukan pendekatan yang tepat dalam proses penelitian dan memperoleh pemahaman mendalam terkait kebenaran atau realitas yang ingin diteliti,” ujar Dr. Ahmad Sihabul Millah.
Sementara itu, Listiyowati, S.E., M.Pd., A.K.T., C.A., dosen sekaligus Sekretaris FEBI, menyampaikan bahwa pelatihan metodologi penelitian ini akan berlanjut dalam beberapa batch berikutnya.
“Pada batch selanjutnya, materi akan lebih difokuskan pada teknik pengumpulan data, sistem triangulasi, serta metode analisis data lainnya,” kata Tiyo. [MAF].