Bantul, 21 Mei 2025—Rektor Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., tampil sebagai narasumber dalam seminar nasional bertajuk “Pemuda-Pemudi Indonesia Terlibat dalam Mitigasi Perubahan Iklim dan Transformasi Ekonomi Hijau Berbasis Masyarakat Menyongsong Indonesia Emas 2045”, yang diselenggarakan pada Selasa (20/05/2025).
Acara tersebut berlangsung di Gedung Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan digagas oleh Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Kreativitas Bangsa untuk Keadilan dan Perdamaian, Yayasan Griya Jati Rasa, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-117.
Sihab hadir bersama tiga narasumber lainnya, yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) DIY, Andreas Bayu Nugroho, S.IP., M.P.A.; Direktur Yayasan Griya Jati Rasa, Farsijana Adeney-Risakotta, Ph.D.; serta, Direktur PT Pandu Wijaya Negara, Ir. Edi Supriyanto. Seminar dipandu oleh KH. Beny Susanto, S.Ag., M.S.I., pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan, yang bertindak sebagai moderator.
Dalam kesempatan itu, Sihab memaparkan makalah berjudul “Mitigasi Perubahan Iklim dan Transformasi Ekonomi Hijau dalam Perspektif Islam”.
“Saya sangat senang karena tema seminar ini sejalan dengan minat dan kepedulian saya,” ujarnya saat ditanya mengenai kesan mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa fokus penelitiannya mencakup studi green Islam, sosiologi agama, gender, serta aktivisme Islam. Salah satu karya pentingnya adalah buku berjudul Green Islam: Counter Discourse terhadap Konsep Ekologi Kapitalisme Lanjut (Istana Agency, 2023).
“Dalam seminar ini, saya mengulas dasar-dasar teori green Islam sekaligus implementasinya terhadap prinsip mitigasi perubahan iklim dan transformasi ekonomi hijau,” tambahnya.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku usaha, serta praktisi ekologi. Audiensnya didominasi oleh pemuda dan pemudi dari komunitas ekologi yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka merupakan relawan yang secara aktif bergerak demi masa depan bumi yang lestari dan bebas dari ancaman kepunahan massal akibat krisis iklim. [MAF].