FEBI IIQ An Nur Yogyakarta Hadiri Forum Nasional AFEBNU, Bahas Strategi Akreditasi Unggul, Penguatan OBE, dan Internasionalisasi Program Studi

IMG 20260203 WA0001 1 - FEBI IIQ An Nur Yogyakarta Hadiri Forum Nasional AFEBNU, Bahas Strategi Akreditasi Unggul, Penguatan OBE, dan Internasionalisasi Program Studi

Bantul, 4 Februari 2026—Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta turut ambil bagian dalam forum strategis yang digagas Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Nahdlatul Ulama (AFEBNU). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (3–4/02/2026), bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA).

Acara tersebut diikuti para pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia. Hadir di antaranya Dekan FEBI IIQ An Nur Yogyakarta, Muhammad Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I., bersama jajaran dekan dari FEB UNISMA Malang, UNWAHAS Semarang, UNSIQ Wonosobo, IAI NU Kebumen, Universitas Islam Lamongan, UNU Yogyakarta, UNUGHA Cilacap, UNISNU Jepara, UNU Surabaya, serta sejumlah institusi NU lainnya.

Menurut Arif Kurniawan, pertemuan tersebut dirancang sebagai ruang penyelarasan arah pengembangan fakultas ekonomi dan bisnis di lingkungan NU, khususnya dalam upaya meraih akreditasi “unggul”, menguatkan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta memperluas jejaring internasional program studi.

BACA JUGA:

Persiapkan Akreditasi LAMEMBA, FEBI IIQ An Nur Yogyakarta Studi Banding ke UIN Sunan Kalijaga
Dosen FEBI IIQ An Nur Yogyakarta Ambil Bagian dalam Workshop Multifinance Syariah Kolaborasi Iqtishad-Adira Finance
FEBI IIQ An Nur Yogyakarta Berpartisipasi dalam Pelatihan Penyusunan Kurikulum OBE-PjBL Berbasis AI
LPM IIQ An Nur Yogyakarta Awasi Mutu FEBI, Siapkan Satu Dekade “Unggul”
Dekan FEBI IIQ An Nur menjadi Presenter dalam Forum Internasional MIICEMA X ECOBESTHA 2023

“Dengan memiliki visi yang sama, kita menjadi mudah berkolaborasi dan bersinergi dengan fakultas ekonomi dan bisnis (FEB) dari perguruan tinggi lain di lingkungan NU. Sebab, prinsipnya AFEBNU merupakan wadah bagi seluruh FEBNU agar maju bersama, unggul bersama, tidak yang satu menyalip yang lain. Intinya, kita bergotong royong demi masa depan bersama,” tutur Arif Kurniawan.

Materi utama disampaikan oleh Dr. Dwiyani Sudaryanti, S.E., M.Si., yang mengulas secara mendalam perkembangan sistem akreditasi perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan meraih predikat unggul tidak lagi bertumpu semata pada kelengkapan administrasi.

“Untuk memperoleh akreditas unggul saat ini tidak cukup hanya melalui pemenuhan dokumen administratif. Akan dilihat pula adaptif dan tidaknya tata kelola, konsistensi budaya mutu, serta kepemimpinan akademik yang progresif dan visioner,” terang Dwiyani.

Dalam paparannya, Dwiyani juga menyatakan tentang perlunya penerapan manajemen risiko sebagai bagian integral dari proses akreditasi. Ia menilai, banyak program studi memiliki potensi besar, namun kerap terkendala dalam pengelolaan risiko kelembagaan, sumber daya manusia, proses pembelajaran, hingga capaian Tridharma Perguruan Tinggi. Pendekatan berbasis data dan perencanaan mitigasi yang sistematis dinilai mampu mendorong proses akreditasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Isu lain yang menjadi sorotan adalah penguatan kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini memfokuskan pendidikan pada capaian lulusan melalui keterpaduan visi keilmuan, profil lulusan, capaian pembelajaran, metode pengajaran, serta sistem penilaian. Para peserta diajak mendiskusikan strategi penerapan OBE sekaligus integrasinya ke dalam sistem penjaminan mutu internal agar relevansi lulusan dengan kebutuhan industri semakin kuat.

whatsapp image 2026 02 03 at 09 43 16 6981a866c925c4406f451362 - FEBI IIQ An Nur Yogyakarta Hadiri Forum Nasional AFEBNU, Bahas Strategi Akreditasi Unggul, Penguatan OBE, dan Internasionalisasi Program Studi

Forum ini juga menghadirkan perspektif global melalui paparan Prof. Dr. rer. pol. Rangga Handika, S.E., M.Com., Ph.D. dari Tokyo International University. Ia mengulas pengembangan program Executive Master of Business Administration (EMBA) dalam konteks internasional, termasuk tren pendidikan bisnis yang semakin menuntut fleksibilitas, kolaborasi lintas negara, serta pendekatan berbasis kebutuhan profesional.

“Di titik inilah maka penting bagi kita untuk mengintegrasikan perspektif internasional, studi kasus global, kolaborasi lintas negara, dan penguatan jejaring industri dan akademik dunia,” tukas Rangga.

Sebagai tindak lanjut konkret dari semangat kolaborasi, kegiatan ini turut diwarnai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara AFEBNU dengan sejumlah mitra strategis. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi fondasi kerja sama jangka panjang dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, riset bersama, hingga program internasionalisasi.

Menutup rangkaian acara, perhatian diarahkan pada kontribusi aktif setiap institusi anggota, termasuk FEBI IIQ An Nur Yogyakarta. Arif Kurniawan menegaskan kesiapan pihaknya untuk terus terlibat dalam program-program AFEBNU guna memperkuat budaya mutu dan mempercepat pencapaian akreditasi “unggul”.

“FEBI IIQ An Nur insya Allah akan senantiasa istikamah bergerak bersama AFEBNU dalam mewujudkan akreditasi ‘unggul’ yang berkarakter serta diakui di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Arif Kurniawan. [MAF].