Bantul, 21 April 2026—Dekan Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, M. Ikhsanuddin, M.S.I., mendorong transformasi kelembagaan di lingkungan fakultas yang dipimpinnya. Ia menyatakan bahwa sudah saatnya Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Ilmu Hadis (ILHA) ditingkatkan statusnya menjadi fakultas tersendiri.
“Sudah saatnya IAT dan ILHA naik kelas, dari program studi menjadi fakultas. Kita akan buat pembaruan,” ujarnya dalam sambutan pada acara “Halal bi Halal dan Sarasehan Keluarga Besar Fakultas Ushuluddin IIQ An Nur Yogyakarta”, Selasa (21/04/2026).
Acara yang digelar di Gedung Auditorium tersebut dihadiri oleh seluruh sivitas akademika Fakultas Ushuluddin. Dalam kesempatan itu, Ikhsan juga memaparkan rencana pengembangan struktur akademik ke depan.
“Kita menginginkan di masa mendatang terbentuk Fakultas Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (FIAT) serta Fakultas Ilmu Hadis (FILHA). Di FIAT, misalnya, dapat dibuka program studi seperti Qira’ah Sab’ah atau Qira’ah Mujawwad,” jelasnya.
Selain mendorong penguatan kelembagaan, Ikhsan juga mengajak mahasiswa untuk meningkatkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Ia menyatakan tentang pentingnya menghidupkan tradisi diskusi keilmuan, khususnya terkait studi Al-Qur’an dan hadis, baik dalam forum formal maupun non-formal.
“Ruh perguruan tinggi adalah ruang pertukaran wacana. Karena itu, diskusi harus terus dihidupkan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi IAT, Dr. Abdul Jabpar, M.Phil., mengingatkan mahasiswa agar menyelesaikan studi tepat waktu. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan dalam belajar menjadi kunci utama keberhasilan akademik.
“Yang terpenting adalah lulus tepat waktu, karena itu merupakan harapan orang tua. Setelah lulus, insyaallah akan terbuka jalan untuk berkarier,” ujarnya.
Jabpar juga mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi. Menurutnya, pengalaman organisasi akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa terjun ke masyarakat setelah menyelesaikan studi.
Sementara itu, Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. A. Sihabul Millah, M.A., menyambut baik gagasan transformasi yang diusulkan Fakultas Ushuluddin. Ia mengapresiasi semangat pembaruan yang dinilai sebagai langkah strategis dalam pengembangan institusi.
“Setelah memiliki Magister Pendidikan Agama Islam, ke depan kami menargetkan pembukaan program studi magister di Fakultas Ushuluddin,” ungkapnya. [MAF].