Bantul, 15 Oktober 2025—Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta menggelar kegiatan coaching (bimbingan dan motivasi) bagi mahasiswa lintas semester dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Ilmu Hadis (ILHA), pada Rabu (15/10/2025) di gedung auditorium kampus.
Kegiatan bertajuk “Muda Berkarya, Muda Mendunia: Inspirasi dan Strategi Meraih Beasiswa Internasional serta Kiprah Global” ini menghadirkan Muhammad Elvandi, Lc., M.A., Ph.D., seorang tokoh muda inspiratif yang kerap dijuluki “penakluk dunia” karena kiprahnya di berbagai negara.
Elvandi, asal Bandung, menempuh pendidikan S-1 di Universitas Al-Azhar, Kairo (Mesir), S-2 di University of Manchester (Inggris), dan kini sedang menempuh studi doktoral (S-3) di University of Edinburgh (Inggris). Ia menguasai tiga bahasa asing (Arab, Inggris, dan Prancis) serta membangun berbagai lini bisnis di Indonesia dan Eropa. Selain itu, ia dikenal sebagai pembicara di forum-forum nasional dan internasional, serta pendiri Elite Circle, sebuah ekosistem pengembangan generasi pemimpin jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam sesi motivasinya, Elvandi mengajak mahasiswa untuk memiliki cita-cita besar melanjutkan studi ke luar negeri dan berkiprah di kancah global, agar lahir lebih banyak ilmuwan dan pemimpin muslim Indonesia yang dikenal dunia.
“Saya sedih melihat belum ada ilmuwan Muslim Indonesia yang mendunia. Kita mengenal Syaikh Yusuf al-Qardhawi dari Mesir, Seyyed Hossein Nasr dari Iran, dan Mohamed Arkoun dari Aljazair. Tapi, mana ilmuwan Muslim dari Indonesia?” ujar Elvandi di hadapan para peserta.
Menurutnya, hal itu bukan karena kurangnya kapasitas atau potensi.
“Banyak orang Indonesia yang luar biasa. Hanya saja, mereka belum banyak yang berani hidup dan berjuang di luar negeri,” tambahnya.
Elvandi kemudian memaparkan langkah-langkah dan strategi meraih beasiswa internasional. Ia mengajak audiens untuk membangun niat dan semangat terlebih dahulu, disertai informasi yang komprehensif tentang beasiswa, kampus tujuan, serta calon pembimbing (prospective supervisor).
Selain itu, Elvandi membagikan pengalamannya dalam mempersiapkan berkas beasiswa, termasuk strategi lolos seleksi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan tips berkomunikasi efektif dengan calon pembimbing riset.
“Saya pernah mengirim lebih dari 150 proposal kepada profesor di berbagai universitas sebelum akhirnya diterima. Kuncinya adalah pantang menyerah,” jelasnya.
Menutup sesi, Elvandi berpesan agar mahasiswa berani menantang diri berkompetisi di luar negeri, lalu kembali untuk membangun bangsa.
“Bertarunglah dulu di luar. Setelah itu, pulanglah untuk mengabdi. Dunia membutuhkan kalian karena kalian menguasai al-Qur’an dan hadis. Oleh karenanya, pasang mindset sejak sekarang untuk bisa mengubah peradaban kita di masa depan,” tegasnya. [MAF].