Perkuat Profil Lulusan, Magister PAI IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Workshop Manajemen Pendidikan Modern

WhatsApp Image 2026 07 21 at 11.05.34 - Perkuat Profil Lulusan, Magister PAI IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Workshop Manajemen Pendidikan Modern
  • Workshop membahas kepemimpinan, strategi membangun lembaga pendidikan berkelanjutan, serta pentingnya jejaring profesional.
  • Kegiatan diikuti 17 mahasiswa pascasarjana dan dilanjutkan dengan pembentukan Forum Komunikasi Mahasiswa Program Magister (FKMPM).

BANTUL, NUR.ac.id—Mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam (M-PAI) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta mendapatkan pembekalan mengenai praktik pengelolaan lembaga pendidikan melalui “Workshop Best Practice: Manajemen Lembaga Pendidikan” yang digelar di Gedung Auditorium, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Moch. Taufiq Ridho, M.Pd. sebagai keynote speaker dan Muhammad Kholif Suhadha, M.Pd. sebagai narasumber. Workshop dipandu moderator Muhammad Zakka Azizy, S.Ag. serta diikuti 17 mahasiswa Program M-PAI.

Ketua panitia, Aswal Askah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai tata kelola lembaga pendidikan sekaligus mempersiapkan mereka menjadi calon pemimpin lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“If you never try, you never know,” katanya menyemangati peserta.

BACA JUGA:

Dorong Tradisi Ilmiah, Magister PAI IIQ An Nur Yogyakarta Hadirkan Pemateri dari Harvard University
Perdana, Magister PAI IIQ An Nur Yogyakarta Terjunkan Mahasiswa dalam Kegiatan Field Study
Penarikan Field Study Magister PAI, Mahasiswa Peroleh Pengalaman Mengajar di Perguruan Tinggi
Program Studi Magister PAI IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Review Kurikulum

Pada sesi materi, Suhadha menyatakan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan ditentukan oleh kekuatan jejaring yang dibangun dengan berbagai pihak.

“Memang, kapasitas individu yang mengelola juga menjadi poin penting, tetapi bukan penentu utama,” ucapnya.

Oleh karenanya, menurut Suhadha, pengelola lembaga perlu aktif memperluas relasi, berdiskusi dengan sesama praktisi, dan belajar dari pengalaman pihak lain agar mampu menghadapi tantangan pengelolaan lembaga secara berkelanjutan.

Sementara itu, Taufiq menguraikan pentingnya kepemimpinan yang memiliki visi jelas. Ia menilai, seorang pemimpin perlu mengenali potensi dirinya, memahami kondisi lingkungan, serta memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dan organisasi.

“Kemampuan memahami diri sendiri sekaligus membaca dinamika lingkungan merupakan salah satu karakter pemimpin yang akan membawa perubahan positif,” ujarnya.

Dalam sesi tanya-jawab, peserta mengangkat sejumlah persoalan terkait pengelolaan lembaga pendidikan. Salah satunya mengenai strategi menjaga keberlanjutan lembaga yang memberikan layanan pendidikan dengan biaya terjangkau bagi masyarakat. Ada juga yang membahas langkah yang dapat ditempuh oleh santri untuk mempersiapkan diri menjadi konsultan pendidikan.

Setelah kegiatan workshop selesai, mahasiswa M-PAI juga membentuk Forum Komunikasi Mahasiswa Program Magister (FKMPM) sebagai wadah memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan pengembangan kegiatan akademik di lingkungan pascasarjana. [MAF].