Mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta Gencarkan Edukasi ZISWAF di Gunungkidul

Literasi ZISWAF di GK - Mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta Gencarkan Edukasi ZISWAF di Gunungkidul

Bantul, 13 Januari 2026—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta melakukan upaya penguatan literasi filantropi Islam di tengah-tengah masyarakat melalui kegiatan edukasi ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) di Dusun Garotan, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Senin (13/1/2025).

Kegiatan yang digagas oleh mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta Kelompok Garotan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai-nilai al-Qur’an dan keislaman. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai mitra edukasi.

Edukasi ZISWAF disampaikan langsung oleh Direktur LAZISNU DIY, Edo Segara Gustanto, S.E., M.E. Ia menyatakan bahwa ZISWAF memiliki peran strategis sebagai solusi sosial dan ekonomi umat jika dikelola secara amanah dan profesional.

BACA JUGA:

Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Gandeng DLH dan LAZISNU DIY Tanam 300 Pohon di Gunungkidul
164 Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Turun ke Gunungkidul, Ini Fokus KKN 2025/2026
Panitia KKN ke-22 IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Monev Daring, Capaian Program Kelompok 75%
Panitia KKN dan DPL Gelar Monev Lapangan Komprehensif, Ini Hasil dan Kendalanya

“Potensi zakat nasional Indonesia sangat besar, diperkirakan mencapai Rp. 300 hingga Rp. 330 triliun per-tahun. Apabila dikelola dengan optimal, zakat dapat menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat,” jelas Edo.

Dalam pemaparannya, Edo juga menjelaskan perbedaan mendasar antara zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta pentingnya penyaluran zakat sesuai dengan delapan golongan penerima (asnaf). Ia turut mendorong pengelolaan zakat produktif agar mustahik dapat berdaya dan mandiri secara ekonomi, serta optimalisasi wakaf produktif untuk mendukung sektor pendidikan dan sosial.

Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan secara nyata di tengah masyarakat. Dengan kegiatan ini, mereka turut berperan aktif dalam mendampingi warga, membuka ruang diskusi, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya menyalurkan ZISWAF melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih transparan dan berdampak luas.

Dukuh Garotan, Warsito, menyambut baik kegiatan edukasi tersebut. Ia menilai, sosialisasi ZISWAF sangat bermanfaat, khususnya bagi pengurus masjid dan masyarakat desa dalam memahami tata kelola zakat dan wakaf secara benar.

“Kami menyambut baik kegiatan edukasi ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pengurus masjid,” tukas Warsito. [].