Program Studi Ilmu Hadis IIQ An Nur Yogyakarta Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

ppWhatsApp Image 2026 05 05 at 08.09.25 - Program Studi Ilmu Hadis IIQ An Nur Yogyakarta Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

Bantul, 05 Mei 2026—Asesmen lapangan akreditasi Program Studi Ilmu Hadis (Prodi ILHA) Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta dilaksanakan pada Selasa (05/05/2026). Tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terdiri atas dua orang, Prof. Dr. H. Ahmad Subakir, M.Ag. (UIN Syekh Wasil Kediri) dan Prof. Siti Aisyah, M.A., Ph.D. (UIN Alauddin Makassar). Pelaksanaan asesmen lapangan dilakukan secara daring melalui Zoom karena pertimbangan tertentu.

Acara pembukaan berlangsung di Auditorium IIQ An Nur Yogyakarta, dipimpin sekaligus dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, H. M. Ikhsanuddin, M.S.I. Sambutan pertama disampaikan oleh Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. A. Sihabul Millah, M.A.

Sihab mengucapkan selamat datang kepada tim asesor serta menyampaikan terima kasih atas kesediaan mereka melakukan asesmen terhadap Prodi ILHA. Ia juga berterima kasih kepada tim penyusun borang Fakultas Ushuluddin atas kerja keras yang selama ini telah dilakukan.

“Harapan kita semua, semoga memperoleh hasil penilaian yang maksimal. Nilai ini nantinya bakal jadi modal bagi Prodi ILHA untuk semakin berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Sihab.

BACA JUGA:

Lamdik Lakukan Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi PGMI IIQ An Nur Yogyakarta, Kaprodi Berharap Dapat Hasil Maksimal
Asesmen Lapangan Akreditasi IIQ An Nur Yogyakarta 2021 oleh BAN-PT
Persiapkan Akreditasi LAMEMBA, FEBI IIQ An Nur Yogyakarta Studi Banding ke UIN Sunan Kalijaga
Rapat Tinjauan Manajemen Audit Mutu Internal IIQ An Nur Yogyakarta, Rektor: AMI Harus Jadi Budaya di Kampus Kita
Siapkan Review Asesor, LPM IIQ An Nur Yogyakarta Matangkan Pengisian Aplikasi RBKD dan BKD

Sambutan berikutnya disampaikan oleh asesor pertama, Prof. Dr. H. Ahmad Subakir, M.Ag. Ia menjelaskan bahwa penilaian terhadap borang yang diajukan Prodi ILHA pada dasarnya telah selesai dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama meliputi pembacaan, penelaahan, serta pengecekan kesesuaian data borang dengan data PD-Dikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) dan laman resmi institusi. Tahap kedua berupa validasi oleh tim validator, yang kemudian dimusyawarahkan sebelum penetapan nilai.

“Dalam asesmen lapangan ini, tugas kami adalah melakukan konfirmasi, bukan memberikan penilaian, karena proses penilaian telah dilakukan sebelumnya,” jelas Subakir.

Namun, tambah Subakir, hasil temuan di lapangan tetap dilaporkan kepada tim validator. Skor masih dimungkinkan bertambah apabila ditemukan oleh tim asesor keunggulan tambahan selama asesmen lapangan.

“Perlu ditegaskan bahwa penentu nilai akhir bukan asesor, tetapi tim validator. Asesor hanya menyampaikan laporan berdasarkan temuan di lapangan,” tegasnya.

WhatsApp Image 2026 05 05 at 11.20.57 - Program Studi Ilmu Hadis IIQ An Nur Yogyakarta Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh asesor kedua, Prof. Siti Aisyah, M.A., Ph.D. Setali tiga uang, ia menyatakan bahwa tugas asesor adalah memastikan kesesuaian antara isi borang, kondisi riil di lapangan, serta data PD-Dikti, yang menjadi rujukan utama BAN-PT.

“Kami akan mewawancarai dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna alumni. Selain itu, kami juga akan mengonfirmasi data dalam borang kepada tim penyusun. Hasilnya akan kami laporkan ke BAN-PT. Penilaian akhir menjadi kewenangan tim validator,” ujarnya.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil Prodi ILHA, kemudian asesmen lapangan dimulai. Dalam pelaksanaannya, tim Prodi ILHA dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama (Room 1) terdiri atas dekan, wakil dekan, Ketua Prodi ILHA, Ketua LPPM, tim LPM Fakultas Ushuluddin, Kepala TU, serta tim borang. Kelompok kedua (Room 2) terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna alumni. Asesor pertama melakukan asesmen terhadap kelompok pertama, sementara asesor kedua mengasesmen kelompok kedua. [MAF].