Bantul, 21 Februari 2026—Dalam pendekatan Outcome-Based Education (OBE), seluruh proses pembelajaran harus dirancang dengan tujuan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang terukur setelah menyelesaikan studi. Oleh karena itu, setiap komponen pembelajaran harus saling terhubung dan selaras.
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, hingga sistem penilaian harus dirancang secara terstruktur dan terukur. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pun harus mengacu pada ketercapaian kompetensi yang telah ditetapkan.
“Jika ingin mahasiswa mampu menganalisis maka metode dan sistem penilaiannya juga harus berbasis analisis,” ujar dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Unik Ambar Wati, S.Pd., M.Pd., Ph.D.
“Apabila CPL menargetkan lulusan mampu menyusun karya tulis ilmiah berbasis penelitian maka CPMK harus mengarah pada kemampuan mahasiswa menyusun proposal penelitian. Metode pembelajaran yang digunakan dapat berupa project-based learning, dengan penilaian berbasis proposal yang dilengkapi rubrik yang jelas dan terukur,” tambahnya.
Ambar Wati menyampaikan paparan tersebut dalam kegiatan bertajuk “Strategi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis OBE (Outcome-Based Education)” yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta pada Sabtu (21/02/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Auditorium tersebut diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta.
Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Lina, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan fakultas dalam mengawal implementasi kurikulum OBE.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memahami konsep OBE sekaligus mengevaluasi kesiapan sumber daya yang kita miliki serta sejauh mana persiapan yang telah dilakukan dalam mengimplementasikan kurikulum OBE secara optimal,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen mendapatkan penjelasan secara sistematis mengenai perumusan profil lulusan, penetapan CPL, pemetaan mata kuliah, pemilihan metode pembelajaran yang relevan, strategi evaluasi ketercapaian CPMK, penentuan indikator dan instrumen penilaian, hingga penyusunan rubrik penilaian yang transparan dan akuntabel.
Selain itu, peserta juga memperoleh contoh desain penugasan mahasiswa yang selaras dengan capaian pembelajaran. Penugasan dirancang untuk mengukur aspek kognitif, keterampilan, serta sikap profesional mahasiswa sesuai dengan standar OBE. [MAF].