Dari Gubukrubuh ke Panggung Prestasi: Kisah Inspiratif Anma Rivalda Ma’sum, Wisudawan Terbaik IIQ An Nur Yogyakarta yang Hafal al-Qur’an 30 Juz

DSC 8105 - Dari Gubukrubuh ke Panggung Prestasi: Kisah Inspiratif Anma Rivalda Ma’sum, Wisudawan Terbaik IIQ An Nur Yogyakarta yang Hafal al-Qur’an 30 Juz

Bantul, 14 September 2025—Dari sebuah dusun kecil di Gubukrubuh, Getas, Playen, Gunungkidul, lahirlah kisah perjuangan yang membuktikan bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi tembok penghalang untuk meraih mimpi. Tokoh itu adalah Anma Rivalda Ma’sum, S.Pd., akrab disapa Vava. Namanya kini harum di Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta usai meraih dua penghargaan prestisius sekaligus dalam acara Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-17 & Haul ke-23 Tahun Akademik 2024/2025. Dua prestasi itu adalah wisudawan terbaik dengan IPK 3,77 (cumlaude) serta hafizah 30 juz.

Perjalanan menuju pencapaian gemilang ini penuh tantangan. Empat tahun silam, Vava meneguhkan hati untuk bergabung di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah. Dengan optimisme tinggi, ia memaksimalkan setiap kesempatan dalam bidang akademik maupun non-akademik. Hasilnya, sederet prestasi berhasil ia raih. Di antaranya, ia juara 2 Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) 10 dan 20 Juz tingkat provinsi, serta juara 2 MHQ 30 Juz tingkat kabupaten. Selain itu, Vava juga aktif menulis dan bahkan telah menerbitkan opini di media nasional.

BACA:
Kisah Inspiratif Julia Agustin, Wisudawan Tercepat IIQ An Nur Yogyakarta

Kesuksesan Vava tidak lepas dari pondasi pendidikan keluarga yang kental dengan nilai-nilai religius. Ayahnya, Ali Maksum, dan ibunya, Dalalah, menanamkan disiplin serta kecintaan terhadap agama sejak dini. Vava memulai pendidikan di MI Yappi Gubukrubuh, lalu melanjutkan ke MTs Negeri 1 Gunungkidul. Uniknya, ia kemudian memilih jalur berbeda di SMK Al Hikmah Gubukrubuh, mengambil jurusan Teknik Informatika.

Meski menempuh pendidikan umum, Vava tidak pernah meninggalkan pendalaman ilmu agama. Ia aktif belajar di Pondok Pesantren Al Hikmah Gubukrubuh, yang saat itu diasuh KH. M. Yusuf Masyhuri (alm.) dan kini diteruskan KH. Ali Ichsan. Perpaduan pendidikan umum dan agama itu ia jalani dengan penuh kesungguhan.

Selepas lulus sekolah, Vava merantau ke Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul dan melanjutkan studi sarjana di IIQ An Nur Yogyakarta. Awal kuliah menjadi fase terberat karena dunia sedang dilanda pandemi COVID-19. Interaksi tatap muka hampir tak ada, sementara sebagai santri ia menghadapi keterbatasan akses perangkat teknologi dan aturan ketat pesantren.

BACA:
Hafidzah 30 Juz, Hasil Penelitian Terbit di Jurnal Scopus: Kisah Inspiratif Nur Tata, Wisudawan Terbaik IIQ An Nur Yogyakarta Tahun 2025

Namun, kondisi ini tidak membuatnya menyerah. Justru, ia menjadikannya pemicu semangat untuk beradaptasi, mencari cara kreatif agar tetap bisa berdiskusi, mengerjakan tugas, dan menggali ilmu. Berkat dukungan dosen dan teman-temannya, ditambah lingkungan akademik yang kondusif, Vava berhasil melewati masa sulit itu. Ia mengaku IIQ An Nur Yogyakarta sangat membantunya tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang secara intelektual, emosional, dan spiritual.

Dari perjalanan panjangnya, Vava merumuskan prinsip hidup yang selalu ia genggam: berusaha sekuat tenaga tanpa terlalu cemas pada hasil akhir karena semua sudah berada dalam kuasa Allah Swt. Ia percaya sepenuh hati bahwa “Gusti Allah ora sare” (Tuhan tidak pernah tidur) dan selalu mengetahui perjuangan hamba-Nya.

“Setiap pencapaian bukan semata buah kerja keras, tetapi juga lahir dari keikhlasan dan keyakinan bahwa usaha yang tulus tidak akan sia-sia di mata-Nya,” demikian ucap Vava.

Kisah Vava menjadi bukti nyata bahwa kesungguhan dan keimanan akan selalu membuka jalan menuju keberhasilan, baik di dunia maupun akhirat. [Shofi].