Bersama Yayasan Griya Jati Rasa, IIQ An Nur Yogyakarta Kembangkan Ekonomi Sirkuler Berbasis Syariah

pakai WhatsApp Image 2026 10 14 at 12.19.07 - Bersama Yayasan Griya Jati Rasa, IIQ An Nur Yogyakarta Kembangkan Ekonomi Sirkuler Berbasis Syariah
  • IIQ An Nur Yogyakarta dan Yayasan Griya Jati Rasa mengembangkan ekonomi sirkuler berbasis syariah melalui riset pemberdayaan masyarakat dan mitigasi karbon di DIY.
  • Seminar dan pelatihan pembuatan eco-enzyme serta dekomposer digelar untuk mendorong pengelolaan sampah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.

BANTUL, NUR.ac.id—Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta bekerja sama dengan Yayasan Griya Jati Rasa mengembangkan ekonomi sirkuler berbasis syariah melalui pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sampah. Kerja sama tersebut diwujudkan antara lain melalui riset tentang ekonomi sirkuler berbasis syariah transformatif dan mitigasi karbon di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sebagai tindak lanjut riset dari tersebut, kedua lembaga menggelar seminar dan pelatihan pembuatan eco-enzyme serta dekomposer di Auditorium IIQ An Nur Yogyakarta, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa semester tujuh IIQ An Nur Yogyakarta, santri Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, santri Krapyak Peduli Sampah, serta anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mancasan dan KWT Ngrukem.

BACA JUGA:

Dekan FEBI IIQ An Nur Yogyakarta Presentasikan Model Ekonomi Syariah Transformatif di BAPPERINDA DIY
Peringati Hari Bumi, IIQ An Nur Yogyakarta dan Yayasan Griya Jati Rasa Gelar Deklarasi Bersama dan Penanaman 500 Pohon
Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Gandeng DLH dan LAZISNU DIY Tanam 300 Pohon di Gunungkidul
Kaji Gerakan Ekopesantren, IIQ An Nur Yogyakarta Hadirkan Pahlawan Pangan Dunia

Ketua panitia sekaligus anggota tim riset, M. Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I., mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya menerapkan hasil riset pemberdayaan ekonomi sirkuler berbasis syariah dan mitigasi karbon ke dalam kegiatan masyarakat.

“Harapannya, pelatihan ini menjadi bekal bagi mahasiswa yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) pada Januari 2027, para santri, pengurus komunitas peduli sampah, dan kelompok wanita tani untuk mengembangkan pengelolaan sampah yang produktif dan bernilai ekonomi di lingkungan masing-masing,” kata Arif.

Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., yang menjadi keynote speaker, mengaitkan persoalan sampah dengan konsep ekoteologi. Menurutnya, perilaku berlebihan dalam konsumsi dan pemanfaatan sumber daya bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan turut berkontribusi terhadap persoalan lingkungan.

Sihab mengatakan, kesadaran ekoteologis perlu diwujudkan melalui perubahan perilaku, antara lain dengan memilah sampah, mengelola limbah, dan mengurangi produksi sampah sejak dari sumbernya.

“Dalam konteks ini, ekonomi sirkuler berbasis syariah dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat,” ucap Sihab.

Sihab mengapresiasi kerja sama antara IIQ An Nur Yogyakarta dengan Yayasan Griya Jati Rasa. Menurutnya, kolaborasi ini sejalan dengan upaya IIQ An Nur Yogyaakrta mengembangkan kajian ekoteologi sekaligus mendukung peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ketua Yayasan Griya Jati Rasa, Farsijana Adeny-Risakotta, S.Th., M.Si., Ph.D., mengatakan, pengembangan ekonomi sirkuler yang dilakukan bersama IIQ An Nur Yogyakarta diarahkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Menurutnya, pendekatan ekoteologi dan ekonomi syariah dapat memperkuat landasan keagamaan dalam upaya pengelolaan lingkungan.

“Terima kasih kepada IIQ An Nur yang telah bersedia bergabung dalam gerakan kami. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas penerapan ekonomi sirkuler sekaligus memperkuat landasan teologisnya melalui ekoteologi dan ekonomi syariah,” kata Farsijana.

Seminar dan pelatihan tersebut menghadirkan Ketua Eco-Enzyme Nusantara Bantul, Tsalis Siswanti, serta pakar lingkungan dari INTAN Yogyakarta, Dra. Nike Triwahyuningsih, M.P. Dalam kegiatan itu, Tsalis memaparkan proses pembuatan eco-enzyme, sedangkan Nike menjelaskan pembuatan dekomposer untuk mendukung pengolahan sampah organik. [MAF].