Bantul, 25 Oktober 2025—Sebanyak 12 mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan international studium generale bertajuk “Eco-Spiritualism in Islamic Education for the SDGs: Concept and Implementation in Indonesia, Bangladesh, Libya, and India” pada Sabtu (25/10/2025). Acara ini berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung.
Para peserta dari IIQ An Nur Yogyakarta terdiri atas mahasiswa dari dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Mereka adalah Asri Eka Saputri, Syifa Nur Iftitah Sari, Qurrotu ‘Aini, Zamzamatul Muna, Zulfa Tazkiya, Fifi Khuzaimah, Siti Aisah (seluruhnya dari Prodi PAI), serta Hisniyatul Muna Maula, Siti Rokhimatus, dan Lulu Zain (dari Prodi PGMI).
Kegiatan yang diselenggarakan dengan metode blended learning (tatap muka dan daring) ini menghadirkan narasumber dari empat negara. Mereka adalah Mahmuduulhassan, M.A., M.S.S. (Bangladesh), Mowafg Masuwd, Ph.D. (University of Zawia, Libya), Dr. Anurag Hazarika (Tezpur College, Assam, India), serta Dr. Samikshya Madhukullya (Krishna Kanta Handiqui State Open University, Assam, India).
Dari pihak tuan rumah, turut hadir Rektor INISNU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, M.M., C.AH., didampingi oleh Wakil Rektor I Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dan Ketua Program Magister Pendidikan Agama Islam Dr. Husna Nashihin, M.Pd.I. Selain itu, hadir pula Kaprodi Magister Hukum Islam, Dr. KH. Muh. Syakur, M.H.
Sebagaimana diberitakan oleh inisnu.ac.id, Rektor INISNU Temanggung dalam sambutannya menegaskan bahwa isu eco-spiritualism memiliki kedekatan erat dengan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, sekaligus mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Acara ini menarik minat peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Bangladesh, dan India. Para pembicara membahas strategi pengembangan pendidikan Islam di masa depan yang dengan pola integrasi antara nilai-nilai spiritual dan etika dengan ekologi.
Mereka menilai bahwa pendidikan Islam perlu melampaui fokus spiritual-etika semata, dengan turut menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah krisis lingkungan global yang kian mengkhawatirkan. Konsep-konsep teologis seperti tauhid (mengesakan Allah Swt.), khilafah (wakil Allah Swt. di bumi), amanah (tanggung jawab), dan mizan (keseimbangan) disebut menjadi fondasi penting dalam membangun tanggung jawab manusia terhadap kelestarian alam di masa depan, dan ini merupakan salah satu tanggung jawab besar lembaga pendidikan Islam di seluruh dunia.