LPPM IIQ An Nur Yogyakarta Jadi Penguji Seminar Tugas Akhir MA Darul Qur’an Gunungkidul, Saifullah: Setingkat Aliyah Sudah Bicara Durkhiem dan Rekayasa Genetika

WhatsApp Image 2026 02 23 at 15.31.16 1 - LPPM IIQ An Nur Yogyakarta Jadi Penguji Seminar Tugas Akhir MA Darul Qur’an Gunungkidul, Saifullah: Setingkat Aliyah Sudah Bicara Durkhiem dan Rekayasa Genetika

Bantul, 14 Februari 2026Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta memperoleh kepercayaan dari Madrasah Aliyah Darul Qur’an (MA-DQ) Ledoksari, Kepek, Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menjadi tim penguji dalam program tahunan Seminar Tugas Akhir (STA).

Berdasarkan Surat Nomor 421.3/013.1/MA-DQ/II/2026, tim dari LPPM IIQ An Nur Yogyakarta dimohon untuk menjadi penguji dalam STA yang diselenggarakan pada 10–14 Februari 2026. Adapun tim penguji itu terdiri atas Dr. Abdul Jabpar, M.Phil., Dr. Subhan Ashari, Lc., M.Pd.I., Muhammad Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I., Muhammad Saifullah, M.A., Nur Aini, M.A., Maghfur MR, M.Ag., Bani Idris Hidayanto, M.H., Muchamad Mufid, M.Pd., Qowim Musthofa, M.Hum., serta Puji Solikhah, M.M.

STA merupakan program akademik tahunan MA-DQ. Madrasah yang didirikan oleh dosen IIQ An Nur Yogyakarta, almarhum Drs. KH. A. Kharis Masduki, M.S.I., tersebut memiliki program unggulan yang relatif jarang ditemui di tingkat sekolah menengah atas, yakni kewajiban bagi siswa kelas akhir untuk menyusun karya tulis ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan.

BACA JUGA:

LPPM IIQ An Nur Yogyakarta Kawal Uji Tugas Akhir MA dan MTs Darul Quran Gunung Kidul, Apa Hasilnya?
LPPM IIQ An Nur Yogyakarta Sosialisasikan Program Pendampingan Riset Litapdimas 2026
LPPM IIQ An Nur Yogyakarta Awali Tahun dengan Menggelar Sekolah Riset di MAN 3 Bantul
IIQ An Nur Yogyakarta Buka Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan MAN 2 Bantul
Perkuat Riset dan Publikasi, Dua Dosen PGMI IIQ An Nur Menjadi Pemakalah di Konferensi Internasional

Sebelumnya, tim penguji STA berasal dari jajaran guru internal MA-DQ. Namun, sejak terjalinnya kerja sama antara MA-DQ dan IIQ An Nur Yogyakarta, tim peneliti dari LPPM IIQ An Nur Yogyakarta turut dilibatkan sebagai penguji eksternal.

Ketua LPPM IIQ An Nur Yogyakarta, Muhammad Saifullah, M.A., mengapresiasi pelaksanaan program STA tersebut. Menurutnya, kualitas karya ilmiah para siswa banyak yang melampaui ekspektasi.

“Kita sering terperangah melihat hasil penelitian siswa MA yang sudah tampak seperti penelitian profesional. Subjek maupun metode yang mereka gunakan beberapa telah melampaui standar pengetahuan yang lazim dikuasai siswa MA,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah tema yang diangkat siswa, mulai dari pemikiran Émile Durkheim, Marcel Mauss, penafsiran Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi, hingga kajian tentang rekayasa genetika, oksidasi enzimatik, dan bakteri fotosintesis.

“Saya selalu meyakini, dalam konteks penelitian, yang lebih relevan dibicarakan adalah level kompetensi, bukan usia biologis. Sebab, jika diarahkan dengan tepat, siswa MA atau SMA berpotensi menjadi peneliti yang andal dan profesional,” tandasnya. [MAF].