- Delapan dosen IIQ An Nur Yogyakarta mengusulkan pendampingan bagi delapan usaha mikro dari berbagai sektor dalam Program Zakat Produktif LAZISNU DIY sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Selama delapan bulan, dosen akan mendampingi pelaku usaha dalam aspek manajemen, pemasaran, keuangan, inovasi produk, dan digitalisasi untuk meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan.
BANTUL, NUR.ac.id— Sebanyak delapan dosen Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta mengusulkan pendampingan bagi delapan usaha mikro dari berbagai sektor dalam Program Zakat Produktif LAZISNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Usulan tersebut disampaikan dalam kegiatan “Kick Off Inkubasi Bisnis LAZISNU DIY 2026/2027” yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY, Yogyakarta, Minggu (12/7/2026).
Kedelapan dosen tersebut terdiri atas M. Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I., Puji Sholikhah, M.M., Listiyowati, S.E., M.Pd., Akt., C.A., Dwi Harmoyo, M.E.Sy., Rarasati Mawftiq, S.Pd., M.Si., Bani Idris Hidayanto, M.H.I., Eko Priyojadmiko, S.E.I., M.E., serta Ahmad Dwi Nur Khalim, M.Pd.
Program Inkubasi Bisnis LAZISNU DIY merupakan bagian dari Program Zakat Produktif yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu berkembang secara mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Program tersebut didanai melalui dana zakat produktif serta disupervisi langsung oleh LAZISNU DIY untuk memastikan proses pendampingan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam program ini, para dosen akan mendampingi pelaku usaha yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari jasa tour dan travel, kuliner batagor, batik, air minum, pedagang kopi keliling, usaha gorengan, penjual sayur keliling, hingga jasa laundry.
Pendampingan akan berlangsung selama delapan bulan. Selama periode tersebut, para pelaku usaha akan mendapatkan pembinaan di bidang manajemen usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, inovasi produk, digitalisasi usaha, hingga strategi peningkatan daya saing.
Direktur LAZISNU DIY, Edo Segara Gustanto, S.E., M.E., mengapresiasi keterlibatan dosen IIQ An Nur Yogyakarta dalam program pemberdayaan tersebut. Menurut dia, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola zakat menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas usaha mikro.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada delapan dosen IIQ An Nur Yogyakarta yang telah bersedia mengabdikan waktu, tenaga, dan keilmuannya untuk mendampingi para pelaku usaha mikro. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan LAZISNU DIY melalui Program Zakat Produktif ini merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap selama delapan bulan pendampingan, para usaha mikro mampu meningkatkan kapasitas usahanya sehingga lebih mandiri, produktif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Edo. []