Mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta Kelompok Keringan Lor Buktikan Bunga Telang Berpotensi bagi Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi

613325993 2064753590979712 3997422563575362681 n 1 - Mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta Kelompok Keringan Lor Buktikan Bunga Telang Berpotensi bagi Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi

Gunungkidul, 25 Desember 2025—Bagi sebagian besar masyarakat Jawa, bunga telang atau yang dikenal dengan sebutan kembang telang bukanlah tanaman asing. Bunga dengan nama ilmiah Clitoria ternatea atau butterfly pea flower ini memiliki warna biru hingga ungu yang khas dan tumbuh secara merambat. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa bunga telang mengandung senyawa antioksidan dan antimikroba sehingga berkhasiat untuk kesehatan dan pengobatan.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan “Sosialisasi Manfaat dan Budidaya Bunga Telang” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-21 Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta Kelompok Keringan Lor, Kamis (25/12/2025). Kegiatan berlangsung di Kantor Padukuhan Keringan Lor, Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul.

Acara ini dihadiri oleh perangkat padukuhan, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, Kepala Dukuh, anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Padukuhan Keringan Lor, serta mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta tahun akademik 2025/2026.

Kegiatan sosialisasi bunga telang merupakan salah satu program kerja unggulan KKN Kelompok Keringan Lor. Kegiatan ini mencakup penyampaian manfaat dan budidaya bunga telang, demonstrasi pembuatan teh bunga telang, penjelasan metode pengeringan untuk menjaga kualitas produk, pendampingan budidaya, serta pendistribusian bibit bunga telang kepada masyarakat.

BACA JUGA:

Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Gandeng DLH dan LAZISNU DIY Tanam 300 Pohon di Gunungkidul
Mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta Gencarkan Edukasi ZISWAF di Gunungkidul
Panitia KKN dan DPL Gelar Monev Lapangan Komprehensif, Ini Hasil dan Kendalanya
Panitia KKN ke-22 IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Monev Daring, Capaian Program Kelompok 75%
164 Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Turun ke Gunungkidul, Ini Fokus KKN 2025/2026
Siap Mengabdi di Semin, Gunungkidul, IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Pembekalan Komprehensif KKN ke-22 Tahun Akademik 2025/2026

Ragam Manfaat Bunga Telang bagi Kesehatan, Pangan, dan Perekonomian

Bunga telang diketahui memiliki beragam khasiat bagi kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Varra Octavi Romadhani dalam pemaparannya kepada peserta kegiatan. Ia menjelaskan bahwa bunga telang secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk berbagai keluhan, mulai dari melancarkan buang air kecil, membantu detoksifikasi tubuh, mengatasi gangguan haid, hingga mengobati penyakit kulit dan mata. Selain itu, bunga telang juga dipercaya bermanfaat untuk kesehatan rambut, telinga, saluran pernapasan, serta berpotensi membantu pengendalian penyakit seperti diabetes, alergi, bahkan kanker.

Varra menambahkan, manfaat bunga telang tidak hanya terbatas pada aspek kesehatan, tetapi juga memiliki nilai guna di bidang pangan dan ekonomi. Dalam bidang pangan, bunga telang kerap digunakan sebagai pewarna alami berwarna biru keunguan yang kaya akan antioksidan. Pewarna alami ini dapat diaplikasikan pada berbagai jenis makanan, seperti puding, klepon, ketan, maupun diolah menjadi minuman herbal berupa teh.

“Pemanfaatan bunga telang sebagai teh memberikan manfaat ganda, di samping sebagai minuman herbal, juga sebagai anti-inflamasi alami yang membantu menjaga kadar gula darah, menurunkan kolesterol, serta mendukung kesehatan otak dan sistem pencernaan,” jelas Varra.

Dari sisi ekonomi, bunga telang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual tinggi. Selain sebagai pewarna alami makanan dan kosmetik, bunga telang juga dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti teh kering, sirup, selai, hingga nasi biru. Menurut Varra, produk-produk berbahan dasar bunga telang memiliki peluang pasar yang luas, termasuk untuk pasar ekspor.

“Jika bunga telang diolah menjadi produk siap jual, misalnya teh bunga telang, ini dapat menjadi peluang usaha rumahan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat padukuhan. Permintaan terhadap produk berbasis bunga telang cukup tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional,” ujarnya.

Teknik Pengeringan Bunga Telang dan Praktik Pembuatan Teh

Setelah pemaparan tersebut, Fauziyah Manshuroh Sya’baniyah melanjutkan kegiatan dengan mendemonstrasikan proses pembuatan teh bunga telang. Ia terlebih dahulu menjelaskan teknik pengeringan bunga telang agar kualitas produk tetap terjaga.

Menurut Fauziyah, tahap awal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bahan baku. Bunga telang yang digunakan harus segar, berwarna biru atau ungu cerah, tidak layu, bebas jamur, serta tidak mengandung serangga. Ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan bunga telang berwarna putih karena kandungan antioksidannya lebih rendah.

Bunga telang yang telah dipilih kemudian dicuci menggunakan air mengalir hingga bersih. Bagian bunga yang rusak atau kotor harus dibuang, serta tidak dianjurkan menggunakan sabun atau deterjen karena dapat merusak kandungan alaminya.

Tahap selanjutnya adalah pengeringan. Bunga telang dijemur di bawah sinar matahari langsung dengan cara disebar di atas alas bersih dan rata, seperti kain atau anyaman bambu. Agar kering merata, bunga perlu dibalik secara berkala. Proses ini umumnya memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga hari, tergantung kondisi cuaca. Apabila cuaca tidak mendukung, bunga dapat dipindahkan ke dalam ruangan dan dijemur kembali saat matahari cukup terik. Bunga telang dinyatakan siap apabila telah benar-benar kering dan bertekstur renyah.

Bunga telang kering kemudian disimpan dalam wadah tertutup rapat, seperti toples kaca atau plastik, dan diletakkan di tempat sejuk serta kering. Fauziyah juga menyarankan pemberian label tanggal penyimpanan agar kualitas produk tetap terpantau.

“Untuk penyajian teh, cukup seduh sekitar 5–10 gram bunga telang kering dengan 200 mililiter air panas selama 5–10 menit, lalu disaring. Teh bisa dinikmati langsung atau ditambahkan madu maupun gula sesuai selera,” terang Fauziyah.

Distribusi Bibit dan Edukasi Budidaya Bunga Telang

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN membagikan bibit bunga telang kepada warga Padukuhan Keringan Lor. Sebelum distribusi dilakukan, masyarakat terlebih dahulu diberikan edukasi mengenai teknik penanaman dan perawatan bunga telang melalui dialog interaktif.

Secara ilmiah, bunga telang tergolong tanaman yang adaptif terhadap berbagai kondisi iklim. Tanaman ini tumbuh optimal pada tanah dengan pH antara 5,5 hingga 8,9, serta menyukai media tanah liat merah dan pasir. Bunga telang juga mampu bertahan pada suhu rendah hingga 15 derajat Celsius, bahkan mendekati 0 derajat Celsius, serta tahan terhadap kondisi kekeringan selama lima hingga enam bulan. Tanaman ini juga memiliki kemampuan tumbuh kembali dari batang yang telah mengeras.

Dalam proses budidaya, benih bunga telang terlebih dahulu direndam dalam air selama sekitar lima menit. Media tanam disiapkan dari campuran tanah, sekam bakar, pupuk kandang, dan sedikit furadan untuk mencegah serangan hama. Benih kemudian ditanam sedalam kurang lebih satu sentimeter dan media dipadatkan agar benih dapat tumbuh tegak.

“Jika menggunakan metode stek, bahan stek diambil dari batang cabang yang sudah tua, kemudian dipotong dan ditanam pada media semai,” jelas Nur Fadhilah Ar Razi.

Perawatan tanaman meliputi penyiraman dan pemupukan secara rutin, dengan anjuran menggunakan pupuk organik. Proses panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk meminimalkan penguapan, yakni sekitar pukul 06.00–08.00 atau 16.00–17.00 WIB. Umumnya, bunga telang sudah dapat dipanen pada usia sekitar 42 hari.

Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung, terutama setelah mengetahui bahwa bunga telang dapat diolah menjadi teh dengan berbagai manfaat, mulai dari kesehatan, pengobatan, hingga kecantikan, serta memiliki potensi nilai jual. Selain itu, masyarakat juga merasa terbantu karena tidak perlu membeli bibit bunga telang, mengingat bibit tersebut dibagikan secara gratis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa KKN yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Acara ini sangat bermanfaat bagi kami. Masyarakat pun antusias untuk membudidayakan bibit bunga telang yang telah dibagikan dan mengolahnya menjadi produk teh yang manfaatnya ternyata seluar biasa itu,” ujar Sugiyarto, Kepala Dukuh Keringan Lor. [MAF].