Mahasiswa KKN Kelompok Bulurejo Ciptakan Inovasi Pembelajaran TPQ di Gunungkidul

WhatsApp Image 2026 01 19 at 15.20.54 - Mahasiswa KKN Kelompok Bulurejo Ciptakan Inovasi Pembelajaran TPQ di Gunungkidul

Gunungkidul, 20 Januari 2026— Masjid Ghibtotul Ikhsan yang terletak di Padukuhan Bulurejo, Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, kini kembali ramai oleh suara anak-anak belajar mengaji. Kebangkitan ini bermula dari hadirnya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta ke-22 Kelompok 7 Bulurejo.

Awalnya, Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) Ghibtotul Ikhsan dirintis pada akhir Agustus 2025 oleh enam orang mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta yang mengikuti Program Pengabdian Berdampak 2025. Mereka mengajak anak-anak di sekitar masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah maghrib, kemudian dilanjutkan dengan belajar mengaji hingga isya’.

Dalam waktu singkat, TPQ kecil tersebut mulai berjalan, meski jumlah murid masih sedikit. Seiring berjalannya waktu, anak-anak yang belajar mengaji semakin bertambah. Namun, kegiatan TPQ ini harus berhenti total pada akhir September 2025 karena masa pengabdian keenam mahasiswa tersebut telah selesai dan mereka ditarik kembali oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIQ An Nur Yogyakarta.

Setelah itu, masjid kembali sepi. Setiap selesai Shalat Maghrib, tidak terdengar lagi suara anak-anak belajar mengaji. Tidak hanya itu. Jumlah jamaah masjid semakin hari semakin menyusut. Kurangnya tenaga pengajar menjadi penyebab utama terhentinya kegiatan masjid dan TPQ.

BACA JUGA:

Mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta Kelompok Keringan Lor Buktikan Bunga Telang Berpotensi bagi Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi
Mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta Gencarkan Edukasi ZISWAF di Gunungkidul
Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Gandeng DLH dan LAZISNU DIY Tanam 300 Pohon di Gunungkidul
Panitia KKN dan DPL Gelar Monev Lapangan Komprehensif, Ini Hasil dan Kendalanya

Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Pada 9 Desember 2025, harapan kembali tumbuh. Sebanyak 11 mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta Angkatan ke-22 diterjunkan ke Padukuhan Bulurejo. Mereka berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nindya Rachman Pranajati, M.Pd. Kesebelas mahasiswa tersebut adalah Alfan Syafaat, Umi Hanifah, Fitria Novianti, Fatikhaturrohmah, Alfina Inayah K, Auliyan Wachidatul R, Khotibul Umam, Dini Nur Fatihah, M. Iqbalussyafi’i, Harisah Fitriani, dan Zidna Ilma.

Kehadiran mereka membawa angin segar. TPQ Ghibtotul Ikhsan yang telah mati suri, kembali dihidupkan. Hari demi hari jumlah murid meningkat pesat. Tidak hanya anak-anak dari Padukuhan Bulurejo, tetapi juga dari dusun sekitar, terutama Padukuhan Pencil. Setiap adzan Maghrib berkumandang, anak-anak datang ke masjid dengan penuh semangat dan kegembiraan.

Inovasi Pembelajaran TPQ

“Antusiasme anak-anak mengikuti TPQ dipengaruhi oleh beberapa faktor utama.,” ucap Iqbal, salah satu mahasiswa KKN.

Pertama, mahasiswa KKN aktif mengajak para orang tua di lingkungan Bulurejo—juga Pencil—untuk membiasakan shalat berjamaah di masjid. Tujuannya perta-tama adalah untuk memakmurkan masjid. Tujuan berikutnya adalah agar anak-anak ikut datang bersama orang tua mereka. Kebiasaan ini perlahan membentuk suasana religius dan kebersamaan di lingkungan masjid.

Banyak wali murid, terutama para ibu, tidak langsung pulang setelah Shalat Maghrib. Mereka mendampingi anak-anak belajar mengaji hingga selesai. Jika ada anak yang kurang fokus, para orang tua turut menegur dan memotivasi agar anak tetap mengikuti kegiatan TPQ dengan baik.

Kedua, metode pembelajaran yang digunakan dibuat bervariasi dan menyenangkan. Anak-anak tidak melulu diajari Iqra’ atau al-Qur’an. Mereka juga mendapatkan pelajaran tahsin dan tajwid, pengenalan makna al-Qur’an melalui mini-tafsir, sejarah Islam, fiqh ibadah (wudhu dan shalat), hafalan doa sehari-hari, akidah akhlak, hingga pelatihan hadrah.

Seluruh materi tersebut disampaikan dengan cara yang kreatif, seperti melalui permainan edukatif, kerja kelompok, simulasi, bercerita (storytelling), serta kegiatan kreatif lainnya. Dengan metode ini, anak-anak merasa belajar sambil bermain sehingga tidak mudah bosan.

Kepala Dukuh Bulurejo, Agung Sabto Wibowo, menyampaikan apresiasinya atas peran yang dimainkan oleh mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta, terutama dalam menghidupkan pembelajaran agama di lingkungan kalurahan.

“Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa KKN IIQ An Nur. Anak-anak menjadi lebih termotivasi dan antusias mengikuti kegiatan TPQ. Kami juga mendapatkan tambahan ilmu agama yang bermanfaat bagi masyarakat Bulurejo. Harapan kami, tahun depan KKN IIQ An Nur bisa kembali diterjunkan di sini,” ujarnya. [MAF].