- Acara bedah buku The Art of Scientific Inquiry karya Prof. Noorhaidi Hasan di IIQ An Nur Yogyakarta dihadiri peserta hingga membeludak.
- Para pembedah menilai buku tersebut sangat layak menjadi rujukan baru penelitian karena disajikan secara terperinci, ditulis menggunakan pendekatan storytelling yang nyaman dibaca, serta diperkuat oleh pengalaman luas penulisnya di bidang metodologi penelitian.
BANTUL, NUR.ac.id—Buku The Art of Scientific Inquiry karya terbaru Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. mendapat sambutan luas di Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta. Tingginya minat tersebut mengemuka dalam acara bedah buku yang digelar di Auditorium IIQ An Nur Yogyakarta, Bantul, Jum’at (23/10/2026).
Acara yang diselenggarakan Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IIQ An Nur Yogyakarta bekerja sama dengan SUKA Press itu dihadiri dosen, mahasiswa program sarjana dan magister, santri Pondok Pesantren An Nur, serta guru di lingkungan MA Al-Ma’had An Nur dan MTs Al-Ma’had An Nur. Jumlah peserta yang memadati auditorium membuat sebagian hadirin mengikuti kegiatan dengan duduk di luar ruangan.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kelembagaan, Riset, dan Kemahasiswaan IIQ An Nur Yogyakarta, Lina, M.Pd., yang menjadi keynote speaker, memantik hadirin melalui argumen tentang signifikansi kepekaan terhadap persoalan di sekitar peneliti.
“Pada mulanya adalah rasa, berupa keresahan atau kegelisahan akan suatu hal. Dari keresahan dan kegelisahan ini, timbullah permasalahan. Maka, di titik inilah insting seorang peneliti diuji untuk mengatasi permasalahan tersebut,” ujar Lina.
Dalam sesi bedah buku, Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., menjadi pembedah pertama. Sementara, Dekan Fakultas Ushuluddin IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Abdul Jabpar, M.Phil., sebagai pembedah kedua.
Sebelum diskusi dimulai, Noorhaidi memaparkan proses penulisan dan penerbitan bukunya. Noorhaidi menjelaskan bahwa ketertarikannya pada metodologi penelitian berkembang dari pengalaman akademiknya. Selain menekuni bidang keilmuannya, ia telah lama memiliki perhatian khusus terhadap pengajaran metodologi penelitian, termasuk melalui mata kuliah klinik metodologi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
“Di luar bidang saya, saya memang memiliki concern di bidang metodologi penelitian karena saya sudah lama mengampu mata kuliah klinik metodologi untuk pascasarjana UIN Sunan Kalijaga,” kata Noorhaidi.
Dalam pemaparannya, Sihab menyatakan bahwa buku The Art of Scientific Inquiry dapat menjadi salah satu rujukan bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir. Menurutnya, buku tersebut menguraikan tahapan-tahapan penelitian secara terperinci dengan bahasa yang relatif mudah dipahami dan diterapkan.
“Jika sebelumnya hampir semua skripsi menggunakan buku-bukunya Sugiyono atau Arikunto, mungkin sudah saatnya sekarang beralih menggunakan bukunya Prof. Noorhaidi,” ujar Sihab.
Sementara itu, Jabpar menilai, buku The Art of Scientific Inquiry ditulis menggunakan pendekatan storytelling. Menurutnya, penyajian yang runtut membuat pembahasan metodologi penelitian lebih nyaman dibaca. Selain menjelaskan langkah-langkah teknis, menurut Jabpar, buku tersebut juga diperkuat dengan landasan filosofis di balik setiap tahapan.
“Nyaman sekali membaca buku ini karena ditulis dengan cara storytelling. Membaca dari awal berpotensi untuk tidak berhenti membaca hingga akhir. Saya pikir, buku ini cocok untuk segala usia, dari mahasiswa hingga peneliti profesional,” kata Jabpar.
Direktur SUKA Press, Bernando J. Sujibro, S.Sos., M.A., mengatakan, buku tersebut telah memasuki cetakan ketiga sekitar satu bulan setelah diterbitkan. Menurutnya, sambutan besar dari pembaca tak lepas dari pengalaman Noorhaidi di bidang metodologi penelitian dan jejaring akademiknya.
“Pengalaman Noorhaidi belajar klink metodologi di Belanda dan mengajar klinik metodologi penelitian di UIN Sunan Kalijaga mungkin menjadi latar dari luasnya jangkauan pembaca buku tersebut. Selain itu, naiknya ranking UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi dengan research quality terbaik kedua se-Indonesia setelah UI menurut THE WUR juga turut perperan mengantarkan buku Prof. Noorhaidi jadi bestseller,” tukas Bernando.
Sementara itu, Ketua LP3M IIQ An Nur Yogyakarta, Bani Idris Hidayanto, M.H.I., merasa senang dan tidak mengira acara bedah buku akan dihadiri oleh ratusan orang yang membeludak.
“Kesuksesan acara ini berkat keseriusan panita serta kolaborasi yang baik dengan SUKA Press. Saya sebagai Ketua LP3M mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan acara tersebut,” ujar Bani. [MAF].