Gunungkidul, 21 Januari 2026—“Kami yang mengajari anak-anak kami ilmu teoretis, sementara bapak-bapak dan ibu-ibu mengajari mereka ilmu aplikatif, yakni ilmu bermasyarakat dan ilmu mengabdi,” ujar Rektor Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, Dr. A. Sihabul Millah, M.A., di hadapan jajaran pejabat sipil dan militer Kapanewon Semin, Gunungkidul, Rabu (21/01/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Sihab dalam sambutannya pada acara “Penarikan Mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta ke-22 Tahun Akademik 2025/2026” yang digelar di Kantor Kapanewon Semin. Acara ini dihadiri oleh Panewu Semin Dasno, S.I.P., M.M., Panewu Anom Suharyanta, S.K.M., M.M., perwakilan Koramil 06 Semin Pelda Jumadi, Kapolsek Semin AKP Wasdiyanto, S.H., M.A.P., Lurah Bulurejo Lampito, Lurah Bendung Didik Rubiyanto, para dukuh dari 14 padukuhan lokasi KKN, serta sivitas akademika IIQ An Nur Yogyakarta, termasuk rektorat, dekan, dosen pembimbing lapangan (DPL), mahasiswa KKN, dan jajaran panitia KKN yang diketuai Ketua LPPM IIQ An Nur Yogyakarta, Muhammad Saifullah, M.A.
Acara penarikan digelar setelah 40 hari mahasiswa KKN ke-22 yang berjumlah 164 orang melaksanakan pengabdian di 14 padukuhan di Kalurahan Bulurejo dan Bendung, Kapanewon Semin. Keempat belas padukuhan tersebut meliputi Gobeh, Grogolan, Karangasem, Taunan, Keringan Kidul, Keringan Lor, Keringan Wetan, Bulurejo, Dawe, Dringo, Garotan, Banyu Kendil, Widoro Lor, dan Widoro Kidul. Selain itu, satu kelompok mahasiswa KKN juga mengabdi di Kompleks Attariq Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, Padukuhan Juron, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.
“Saya mewakili sivitas akademika IIQ An Nur Yogyakarta mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada perangkat Kapanewon Semin, Lurah Bulurejo dan Bendung, jajaran dukuh, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Bulurejo dan Bendung atas penerimaan, pengajaran, pendampingan, penyediaan fasilitas, dan segala bentuk dukungan selama 40 hari ini. Terima kasih telah mengajari anak-anak kami ilmu bermasyarakat, bergaul, semrawung, dan nilai-nilai kehidupan yang tidak mungkin diperoleh di bangku perkuliahan,” lanjut Sihab.
Menurut Sihab, masa pengabdian selama 40 hari tersebut, meskipun relatif singkat, menjadi modal yang sangat berharga bagi mahasiswa KKN. Pengalaman terjun langsung ke tengah masyarakat diyakini akan membentuk cara pandang mahasiswa yang lebih matang dan berkembang ketika mereka kembali ke kampus.
“Saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama 40 hari anak-anak kami melakukan kesalahan atau kekhilafan, baik dalam ucapan maupun perbuatan, yang kurang atau bahkan tidak berkenan di hati panjenengan semua. Semoga pelajaran yang diperoleh di Bulurejo dan Bendung, serta seluruh program KKN yang telah dijalankan, menjadi amal saleh yang pahalanya terus mengalir,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sihab secara simbolis dan resmi menarik kembali mahasiswa KKN IIQ An Nur Yogyakarta ke-22 untuk melanjutkan kegiatan akademik di kampus, termasuk persiapan perancangan dan penyelesaian tugas akhir. Ia juga berpesan agar mahasiswa tetap menjaga dan tidak memutus tali silaturahmi yang telah terjalin selama KKN.
Sihab turut menyampaikan apresiasi kepada panitia KKN dan para dosen pembimbing lapangan atas dedikasi dan kerja keras yang telah mengantarkan pelaksanaan KKN ke-22 berjalan dengan lancar dan sukses.
“Terima kasih banyak atas kerja keras panitia KKN dan jajaran DPL. Tanpa kesungguhan dan perjuangan panitia serta DPL, tidak mungkin kita menyaksikan KKN periode ini berjalan sukses, lancar, dan nyaris tanpa hambatan,” pungkasnya. [MAF].